Pertama di Kepri, PGRI Tanam Durian di Pondok Al Ihsan Bintan

  • Share

Bintan, SuaraKepri.com – PENGURUS Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menyumbangkan bibit durian untuk ditanam di Pondok Pasantren Al Ihsan Bintan. Ini merupakan program “sejuta pohon” yang dicanangkan PGRI untuk menghijaukan lingkungan dunia pendidikan mulai dari taman kanak-kanak, sekolah, pondok pesantren, madrasah hingga perguruan tinggi di Indonesia.

“Untuk wilayah Sumatera, Pondok Pesantren Al Ihsan merupakan penanaman pohon yang perdana,” ujar Ketua PB PGRI Drs. H. Huzaifa Dadang Abdul Gani, M.Si., Senin (19/9).

banner 336x280

Di Pondok itu, Dadang menyerahkan tanaman durian yang berasal dari bibit Bibit Bintan kepada Mudir Pondok Al Ihsan, Ustad Fathurahman Al Hafiz disaksikan sejumlah ustad pengasuh dan santri yang mondok di pondok itu.

Sebelum peyerahan secara simbolis pokok durian tersebut, Dadang yang datang bersama istrinya Hj. Arnida Warnis mengikuti salat magrib berjemaah bersama ustadz pengasuh dan para santri. Usai salat berjemaah, Dadang didaulat oleh Mudir pondok tersebut untuk memberikan sambutan untuk memotivasi para santri yang menjalani pendidikan di pondok tersebut.

Dalam sambutan singkatnya mengatakan kedatangannya ke pondok ini merupakan agenda yang sudah lama disiapkan. Namun kali ini dia baru bisa datang dan ikut salat berjemaah di pondok ini. “Ayahanda berbahagia bisa bersilaturahim dengan ananda di sini,” ujar Dadang diamini para santri.

Kedatangannya ke pondok Al Ihsan kata Dadang selain mau bersilaturahim dengan pengasuh pondok dan santri juga menyumbangkan kitab suci alquran dan tanaman berupa pokok durian untuk ditanam di areal pondok.

Menurut Dadang untuk pencanangan penanaman sejuta pohon, PB PGRI bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Pohon itu ditanam di sekolah, pondok pesantren, dan perguruan tinggi. Satu di antaranya ditanam di pondok ini.

Dadang menyerahkan pokok durian bintan untuk ditanam di areal pondok. “Mari kita jaga dan pelihara biar durian ini nanti bisa berbuah. Kita mungkin tidak bisa menikmati tapi percayalah saudara-saudara kita yang lain nanti akan menikmati. Inilah amal ibadah yang tidak akan terputus,” ujarnya.

Yel-yel
Tak lupa Dadang memberikan yel-yel untuk para santri. “Ananda semua, jika ayahanda mengatakan PONDOK AL IHSAN, ananda semua tolong jawab SEMANGAT,” ujar Dadang.

“AI IHSAN,” kata Dadang. “SEMANGAT,” ujar para santri dengan suara bersemangat. Kemudian Dadang mengulangi lagi Al IHSAN, santri pun dengan serentak menjawab, SEMANGAT…, SEMANGAT…, SEMANGAT. Ucapan itu bergema berkali-kali.”

Usai salat berjemah di mesjid Al Ihsan, Dadang didampingi Mudir Ustad Fathurahman Al Hafiz berkeliling pondok. Selain melihat ruangan kelas, lapangan olahraga, tempat makan, gazebo, kantin, kolam renang, Dadang juga melihat dari dekat asrama santri. Dadang masuk ke asrama Mekkah didampingi Ustad Fathurahman Al Hafiz.

Dadang kelihatan terkejut melihat asrama santri secara dekat. Di tempat lain satu kamar isinya bisa nencapai belasan bahkan puluhan orang. Di sini (Pondok Al Ihsan) ini hanya empat orang sekamar dilengkapi fasilitas tempat tidur, meja belajar, al mari, kipas angin, dan kamar mandi . “Kualitas kamarnya sama dengan Asrama Haji di Batam. Hebat, bersih, dan cingklong,” puji Dadang tiada henti-hentinya.

Kepada Ustad Fathurahman, Dadang berpesan untuk terus melakukan pembenahan diri, motivasi, dan meningkatkan mutu dan kualitas siswa. “Saat ini di Bintan ada banyak Pondok Pesantren, tentu persaingan sangat ketat dalam penerimaan santri baru. Jika Pondok Al Ihsan terus berbenah diri dan mampu menunjukkan keunggulanya dibanding pondok yang lain, pondok ini akan jadi rebutan orang tua santri untuk menyekolahkan anak-anaknya untuk menjadi santri,” jelas Dadang.

Sumbangan pokok durian Bintan dari PB PGRI melalui Dadang melengkapi sumbangan tanaman sebelumnya dari keluarga alm. Muhammad Sani – mantan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau dan H. Huzrin Hood – mantan Bupati Kepulauan Riau.

Sebelumnya keluarga alm. Muhammad Sani menyumbangkan durian Tanjungbatu ke pondok ini. Sedangkan Huzrin Hood menyumbangkan pokok mangga. “Di pondok ini ada durian Pak Sani, mangga Pak Huzrin, ada pula durian PGRI. Muda mudahan ada sumbangan yang lain agar pondok ini kelihatan asri, hijau, dan ditumbuhi pepohonan yang rindang.

“Ayahanda usulkan nama tanaman yang disumbangkan menyesuaikan dengan nama siapa penyumbang. Misal keluarga almarhum Pak Sani menyumbang durian, namanya nanti durian Pak Sani. Dari PGRI namanya durian PGRI. Ada durian Pak Sani, mangga Pak Huzrin, ada pula durian PGRI,” ujar Dadang sembari tersenyum dan diamini oleh para santri.

Jika nanti Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyumbangkan pokok mangga dan Bupati Bintan Roby Kurniawan menyumbangkan pokok jambu, namanya mangga Pak Ansar dan jambu Pak Roby. Begitu juga dengan penyumbang yang lain. Supaya lebih berkesan dikemudian hari bila pohon itu sudah berbuah,

Dadang berharap yayasan yang membina pondok dan para pengasuhnya untuk menghijaukan pondok. Tujuannya untuk kesehatan para pengasuh dan santrinya.

Yayasan Mendukung
Sementara itu Ketua Yayasan Al Ihsan Bintan Zulkifli mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ketua PB PGRI ke pondok yang dibinanya tersebut. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Dadang yang memberikan sumbangan pokok durian untuk pondoknya. “Kami memang menghijaukan pondok ini supaya santri menghirup udara segar setiap harinya,” ujarnya.

Zulkifli mendukung gerakan satu juta pohon yang dicanangkan oleh PB PGRI tersebut. Dia berharap gerakan ini bisa diikuti oleh organisasi lainnya untuk menanam pohon mulai dari di lingkungan pondok, sekolah, mandrasah maupun perguruan tinggi. “Kami dukung program ini. Ini sangat bagus, ” kata Zulkifli yang juga anggota DPRD Kabupaten Bintan ini.

Menurut Zulkifli, saat ini di perkotaan udara yang segar sulit ditemui karena pepohonan yang ada ditebang tanpa ada penggantinya. Pohon ditebang diganti bangunan rumah toko, rumah mewah, apartemen, plaza, dan lainnya sehingga udaranya tak lagi sehat. Solusinya dengan penanamanm pohon seperti ini. “Udara yang sehat akan menimbulkan raga yang sehat,” ujar Zulkifli. *)

  • Share