Bintan, SuaraKepri.com – The Residence Bintan menunjukkan kepeduliannya terhadap krisis lingkungan dengan menggelar Pelatihan Restorasi dan Strategi Desain Program, yang berlangsung pada Senin hingga Kamis, 12–15 Mei 2025, di ruang pertemuan Melati II, Bintan.
Kegiatan ini difokuskan pada upaya penghijauan melalui restorasi hutan tropis dan pengenalan berbagai jenis tanaman lokal yang cocok dengan kondisi tanah Bintan. Para peserta yang terdiri dari pegiat lingkungan, akademisi, dan praktisi kehutanan diperkenalkan pada 38 jenis pohon lokal yang berpotensi untuk direhabilitasi dan dikembangkan.
Pelatihan mencakup dua tahap, yaitu teori di dalam ruangan dan praktik langsung di lapangan. Salah satu kegiatan lapangan utama adalah pembuatan plot percontohan penghijauan, di mana seluruh jenis tanaman yang dikenalkan akan ditanam. Proses ini akan dipantau selama satu tahun untuk melihat perkembangan dan adaptasi tiap spesies terhadap lingkungan lokal.
“Fokus utama kami adalah mengembalikan fungsi hutan secara berkelanjutan. Program ini bukan sekadar diskusi, tetapi aksi nyata melalui pemilihan pohon yang tepat dan pendekatan ilmiah,” ujar Alexys Tjhia, Director of Sustainability Cenizaro Group, Senin (12/05).

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada teknik restorasi seperti urban forest Miyawaki dan Agroforestry, serta didorong untuk merancang proposal proyek penghijauan yang dapat diimplementasikan di wilayah masing-masing.
Menurut penanggung jawab kegiatan, Jay Ekaputra, Bintan dipilih karena memiliki potensi besar untuk restorasi, meskipun dalam beberapa tahun terakhir kawasan hutannya mengalami tekanan ekologis.
“Kami percaya Bintan bisa menjadi model penghijauan berbasis komunitas. Ini investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masa depan,” jelasnya.
Kegiatan ini juga melibatkan ahli botani/ dendrologist yang menghimpun tanaman-tanaman lokal untuk memastikan kesesuaian spesies dengan struktur tanah Bintan. Jenis-jenis pohon yang terbukti tumbuh baik akan dikembangkan lebih lanjut di berbagai lokasi dengan dukungan pemerintah dan masyarakat.
Melalui inisiatif ini, The Residence Bintan tidak hanya berperan sebagai pengelola resort, tetapi juga sebagai pelopor gerakan penghijauan dan restorasi ekosistem di Kepulauan Riau.
“Kami harap kegiatan ini menjadi awal dari gerakan lingkungan yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi generasi mendatang,” tutupnya.


Comment