banner 728x250

Bukan Hanya Kelangkaan Solar, Nelayan Rumpon Singgung Jaring Tongkol

  • Share

Bintan, suarakepri.com – Permasalahan Para Nelayan terhadap susahnya mendapatkan Solar, sampai saat ini masih belum mendapatkan hasil.

Alfandi (47), salah seorang Nelayan Bintan yang menggunakan Rompong atau Rumpon sebagai alat tangkapnya, mengeluhkan adanya kelangkaan Solar dan perilaku oknum Nelayan yang menggunakan Jaring Tongkol.

banner 336x280

Perlu diketahui, Rumpon adalah jenis alat bantu penangkapan ikan yang biasanya dipasang di bawah laut, baik perairan dangkal maupun dalam. Tujuan pemasangan rumpon adalah untuk menarik sekumpulan ikan yang ada dan berdiam di sekitar rumpon.

Ia menjelaskan, saat ini untuk kebutuhan Solar dalam sekali melaut biasanya menggunakan sebanyak 140 liter. Yang didapatkan dari penjual emperan.

Sedangkan untuk pemasangan Rumpon. ia lakukan di daerah Mapur, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Pada saat awak media suarakepri.com mempertanyakan alasan kenapa lebih memilih Solar di emperan, dibandingkan Solar bersubsidi dari agen penyalur yang telah ditentukan. Ia menjawab adanya perbedaan harga.

“Harga di emperan lebih murah bang, dibandingkan dengan harga di agen penyalur. Kalau di penyaluran harganya Rp.230rb/35 liter, sedangkan di pengenceran harganya Rp.220rb/35liter,” ujarnya pada Minggu, (26/09).

Namun, saat ini. Ia memaparkan untuk jarak pasang Rumpon sudah 50 mil. Sebelumnya 7 atau 8 mil. Sehingga dengan ketersediaan Solar yang didapatkan kadang tidak terpenuhi.

Selain itu ia juga mengungkapkan, disamping dengan permasalahan Solar dan jarak tempuh pemasangan rumpon. Ia juga mempermasalahkan adanya beberapa Kapal yang menggunakan Jaring Tongkol.

Menurutnya, ada beberapa Kapal yang menggunakan Jaring Tongkol telah mengganggu wilayah pemasangan Rumpon ditempatnya.

“Ada beberapa Nelayan Jaring Tongkol yang terlalu dekat pesangannya dengan wilayah tempat saya meletakkan rumpon. Sehingga. Terkadang rumpon yang sudah saya pasang terbawa oleh mereka. Dan bahkan rumpon saya dipotong sama mereka,” ungkapnya.

Dengan adanya Kapal Nelayan Jaring yang menurutnya mengganggu dan tidak memikirkan nasib Nelayan rumpon. Membuat dirinya terkadang sering pulang tanpa hasil. Bahkan rumah ikan yang sudah disiapkan sering hilang.

Berdasarkan permasalahan tersebut, ia berharap kepada Pemerintah setempat agar secepatnya menyelesaikan permasalahan ini.

“Saya berharap agar adanya perhatian dari Pemerintah Daerah terkait permasalahan ini, dan perlu penambahan kuota Solar bagi para Nelayan. jika memungkinkan, tiap Kapal dibawah 10 GT dialihkan ke Koperasi dan diatas 10 GT dilimpahkan ke jasa penyalur lainnya untuk pengambilan Solar,” harapnya.

Selain itu. Ia juga menambahkan, perlu adanya pelelangan ikan di Bintan. Sehingga standar harga ikan dapat terkontrol dengan baik.

  • Share