Promo FBS
FBS Reliable Broker
Suara KepriTanjungpinang

Hari Tani Nasional Jadi Momentum, HKTI Tanjungpinang Bangun Ekosistem Pangan dan UMKM

31
×

Hari Tani Nasional Jadi Momentum, HKTI Tanjungpinang Bangun Ekosistem Pangan dan UMKM

Sebarkan artikel ini
Pemberian simbolis sembako kepada petani Tanjungpinang oleh Ketua HKTI Kepri, Minggu (11/10). /F: Thafan Casper

Tanjungpinang, suarakepri.com — Peringatan Hari Tani Nasional di Kota Tanjungpinang tidak hanya menjadi ajang seremonial. Melalui program Gerbang Pangan dan Wisata Kuliner, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Tanjungpinang mulai mendorong terbukanya akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mendekatkan bahan pangan terjangkau kepada masyarakat.

Kegiatan yang digelar di halaman Ramayana Mall Tanjungpinang pada 9–11 Oktober 2026 tersebut menjadi langkah awal HKTI Tanjungpinang dalam membangun kegiatan ekonomi berbasis pangan, pertanian, dan usaha lokal secara berkelanjutan.

Ketua DPD HKTI Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, yang juga menjabat sebagai wakil Gubernur Kepulauan Riau, mengatakan Gerbang Pangan dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, program tersebut juga diharapkan mampu mendukung pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

“Gerbang Pangan dan Wisata Kuliner ini menghadirkan pasar murah yang menjual beras, minyak goreng, hingga komoditas hasil pertanian dengan harga grosir tanpa mengambil keuntungan,” ujar Nyanyang.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan kepentingan masyarakat sebagai konsumen dengan pelaku usaha dan pemasok komoditas pangan.

Pada pelaksanaan perdana ini, sekitar 2–3 ton komoditas disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar murah. Kegiatan tersebut turut diisi dengan penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat dan petani lokal.

Di sisi lain, keterlibatan sekitar 40 pelaku UMKM menjadi bagian penting dari pengembangan program tersebut. Kehadiran mereka membuka kesempatan bagi usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.

Ketua DPC HKTI Kota Tanjungpinang, M. Sadmi Al Qayum, menjelaskan Gerbang Pangan dan Wisata Kuliner lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan ruang pemasaran yang lebih terbuka bagi UMKM, sekaligus memperkuat distribusi komoditas pertanian.

“Pada gelaran perdana ini, ada sekitar 40 pelaku UMKM yang terlibat. Kami ingin memberikan tempat dan segmen pasar yang jelas bagi mereka untuk berjualan, sekaligus merangsang pertumbuhan ekonomi kreatif,” ujarnya.

HKTI Tanjungpinang juga berencana meningkatkan keterlibatan petani dalam penyelenggaraan berikutnya. Jika pada kegiatan perdana petani menerima bantuan sembako, ke depan organisasi tersebut akan mengupayakan penyediaan stan khusus bagi petani untuk memasarkan hasil panen secara langsung kepada konsumen.

Rencana ini menjadi salah satu arah pengembangan program, sehingga Gerbang Pangan tidak hanya berfungsi sebagai pasar murah, tetapi juga berpotensi menjadi sarana pemasaran hasil pertanian lokal.

Dengan adanya akses penjualan langsung, petani diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan hasil panen, sedangkan masyarakat dapat memperoleh alternatif sumber bahan pangan.

HKTI Tanjungpinang turut merencanakan kegiatan serupa di kawasan Food Street Bintan Center dalam dua hingga tiga minggu setelah pelaksanaan perdana. Agenda lanjutan itu direncanakan melibatkan lebih banyak UMKM dan komunitas lokal.

“Insyaallah dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kami berencana menggelar acara serupa di area Food Street Bintan Center dengan melibatkan lebih banyak UMKM dan merangkul berbagai komunitas lokal,” katanya.

Rencana tersebut menjadi ujian bagi keberlanjutan Gerbang Pangan dan Wisata Kuliner. Konsistensi pelaksanaan, keterlibatan petani, serta kemampuan program membuka pasar bagi UMKM akan menjadi faktor penting untuk memastikan kegiatan ini memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Tanjungpinang.

Comment