Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Gelorakan UMKM dan Seni Tradisional, Pasar Murah HKTI Tanjungpinang dan BUMA Dipadati Pengunjung

113
×

Gelorakan UMKM dan Seni Tradisional, Pasar Murah HKTI Tanjungpinang dan BUMA Dipadati Pengunjung

Sebarkan artikel ini
Meriahnya penampilan kuda kepang, Sabtu Malam (25/10). /F: Thafan Casper

Tanjungpinang, suarakepri.com – Perpaduan bazar UMKM, pasar murah, dan pertunjukan seni tradisional menjadi daya tarik dalam kegiatan Wisata Kuliner, Gerbang Pangan, dan Pasar Murah yang digelar Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Tanjungpinang bersama BUMA. Memasuki sesi kedua pada 23–25 Oktober 2026, kegiatan tersebut ramai dikunjungi masyarakat yang ingin menikmati kuliner, berbelanja kebutuhan pokok, sekaligus menyaksikan hiburan rakyat.

Sebanyak 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berpartisipasi dengan menawarkan beragam produk unggulan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperluas pemasaran produk lokal, sementara pasar murah memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

Ketua Kegiatan Bazar, Alen, mengatakan rangkaian hiburan sengaja dihadirkan untuk menarik minat masyarakat agar berkunjung dan meramaikan stan UMKM serta kuliner yang tersedia.

Menurutnya, antusiasme pengunjung terlihat saat pertunjukan Kuda Kepang dari Sanggar Seni Turonggo Asri Bawono tampil pada Sabtu malam. Masyarakat berbondong-bondong mengelilingi area pertunjukan untuk menyaksikan atraksi seni tradisional tersebut.

“Hiburan ini memang sengaja kami hadirkan untuk menarik minat masyarakat agar datang dan menikmati berbagai hidangan kuliner yang tersedia di bazar. Seperti pada Sabtu malam, penampilan Kuda Kepang berhasil menarik perhatian banyak pengunjung. Masyarakat tampak berbondong-bondong mengelilingi area pertunjukan,” ungkap Alen.

Selain pertunjukan Kuda Kepang, kegiatan selama tiga hari tersebut juga dimeriahkan musik langsung pada hari pertama serta perlombaan fashion show bertema batik dan penampilan Sanggar Seni Bantengan Ken Arok pada hari ketiga.

Ketua HKTI Kota Tanjungpinang, M. Sadmi Al Qoyum, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan masyarakat, tetapi juga wadah pemasaran bagi pelaku UMKM dan akses untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Menurut Sadmi, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung rutin dua kali dalam sebulan agar pelaku usaha memiliki kesempatan pemasaran yang berkelanjutan sekaligus memperluas jangkauan konsumen.

“Melalui penyelenggaraan yang berkala ini, kami ingin menciptakan ruang pemasaran yang stabil bagi para pelaku UMKM. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi solusi bagi masyarakat Tanjungpinang dan sekitarnya untuk mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Ia menambahkan, perpaduan aktivitas ekonomi dan seni tradisional diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain meningkatkan daya tarik pasar murah, kehadiran kelompok seni lokal juga menjadi ruang untuk memperkenalkan dan menjaga keberlangsungan budaya daerah.

HKTI Tanjungpinang bersama BUMA berharap kegiatan tersebut dapat terus mendorong pertumbuhan UMKM, memperluas akses masyarakat terhadap pangan terjangkau, serta mempertahankan seni tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Comment