Lingga, SuaraKepri.com – Bupati Lingga, Muhammad Nizar, meninjau langsung pembangunan jalan menuju Tugu Khatulistiwa di Tanjung Teludas, Desa Mentuda, Kecamatan Lingga pada Rabu (08/06/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran pembangunan dan kesiapan kawasan Tugu Khatulistiwa yang diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan di Kabupaten Lingga.
Dalam kunjungannya, Bupati Nizar menunjukkan komitmennya untuk mengawasi dan mendukung penuh proyek ini. “Kita sudah melihat langsung dari proyek yang 2024 dengan kegiatan dana alokasi khusus (DAK) melalui Perangkat Daerah teknis Dinas PU dengan tim work yang sudah giat untuk kegiatan ini supaya dapat terlaksana,” ujar Bupati Nizar.
Bupati Nizar menyampaikan rasa syukur dan bangganya terhadap kemajuan pembangunan jalan serta potensi Tugu Khatulistiwa sebagai magnet pariwisata di Kabupaten Lingga. “Saya sebagai pimpinan daerah Kabupaten Lingga tentu merasa bersyukur dan bangga, karena pintu masuk di gugusan Sungai Tenam hari ini langsung disajikan dengan kawasan pariwisata Tugu Khatulistiwa,” ungkap Nizar.
Tugu Khatulistiwa di Kabupaten Lingga direncanakan menjadi ikon wisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan domestik dan internasional. Letaknya yang strategis di Tanjung Teludas, Desa Mentuda, memberikan akses mudah bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam dan fenomena unik garis khatulistiwa.
Bupati Nizar berharap pengembangan Tugu Khatulistiwa dapat menjadi lokomotif pariwisata di Kabupaten Lingga. “Dengan adanya Tugu Khatulistiwa, mudah-mudahan ini menjadi tempat pariwisata baru di Kabupaten Lingga melalui pintu Sungai Tenam,” ungkapnya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Nizar juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PUPR dan Bappenas atas dukungannya dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lingga. “Selain rasa bangga dan tentu ucapan terima kasih kami patut sampaikan kepada Kementerian PUPR dan Bappenas yang telah memberikan dukungan sehingga dalam proses mendapatkan kegiatan seperti ini Perangkat Daerah teknis kami selalu diberikan arahan dan petunjuk sehingga tahun 2024 dapat terlaksana,” tutup Nizar.
Pengembangan Tugu Khatulistiwa tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik tugu saja, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung lainnya. Infrastruktur jalan yang memadai, fasilitas umum seperti toilet dan area parkir, serta pusat informasi wisata menjadi fokus utama agar pengunjung merasa nyaman dan aman saat berwisata.
Selain itu, kawasan Tugu Khatulistiwa juga akan dilengkapi dengan area rekreasi dan taman yang asri. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berwisata yang menyenangkan dan edukatif bagi pengunjung, terutama anak-anak yang dapat belajar tentang fenomena alam garis khatulistiwa.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga, Rahmat Hidayat, menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan promosi besar-besaran untuk menarik minat wisatawan. “Kami akan memanfaatkan berbagai media promosi, baik cetak maupun digital, untuk memperkenalkan Tugu Khatulistiwa kepada masyarakat luas. Kami yakin, dengan keunikan dan keindahannya, Tugu Khatulistiwa akan menjadi destinasi favorit,” jelas Rahmat.
Tugu Khatulistiwa juga diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan budaya dan seni di Kabupaten Lingga. Event-event seperti festival budaya, pameran seni, dan pertunjukan musik akan rutin diselenggarakan untuk menambah daya tarik wisata serta melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata.

Kehadiran Tugu Khatulistiwa juga membuka peluang bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, diharapkan akan tumbuh usaha-usaha baru seperti penginapan, restoran, dan toko suvenir yang dapat memberikan manfaat ekonomi langsung kepada warga sekitar.
Siti Aminah, seorang warga Desa Mentuda, mengungkapkan harapannya terhadap pengembangan Tugu Khatulistiwa. “Kami sangat senang dan mendukung penuh pembangunan ini. Kami berharap dapat membantu menggerakkan ekonomi desa dan memberikan peluang kerja bagi warga,” ujarnya.
Keindahan alam di sekitar Tugu Khatulistiwa juga menjadi daya tarik tersendiri. Pemandangan laut yang memukau, hutan mangrove yang rimbun, serta beragam flora dan fauna yang unik menjadikan kawasan ini destinasi yang sempurna bagi pecinta alam dan fotografer.
Pengembangan wisata Tugu Khatulistiwa juga diharapkan dapat mendorong upaya pelestarian lingkungan. Pemerintah Kabupaten Lingga berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam sekitar dengan menerapkan praktik wisata berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan dari berbagai pihak, pembangunan Tugu Khatulistiwa diharapkan dapat selesai tepat waktu dan siap menyambut wisatawan pada akhir tahun 2024. “Kami optimis proyek ini akan selesai sesuai jadwal dan dapat memberikan manfaat besar bagi Kabupaten Lingga,” tegas Bupati Nizar.
Kawasan Tugu Khatulistiwa di Kabupaten Lingga diharapkan dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memperkuat identitas daerah dan memperkaya kebudayaan lokal. “Ini bukan hanya soal pariwisata, tetapi juga tentang kebanggaan dan warisan budaya kita,” ujar Nizar.
Sebagai penutup, Bupati Nizar mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lingga untuk turut serta mendukung dan menjaga kelestarian Tugu Khatulistiwa. “Mari kita bersama-sama menjaga dan mengembangkan Tugu Khatulistiwa ini sebagai aset berharga bagi kita semua dan generasi mendatang,” pungkasnya.
Dengan segala persiapan dan dukungan yang ada, Tugu Khatulistiwa di Kabupaten Lingga diharapkan dapat segera menjadi destinasi wisata yang dikenal luas dan membawa dampak positif bagi perekonomian dan kebudayaan setempat. (Adv)
- Penulis : Febrian S.r







Comment