Lingga, SuaraKepri.com – Kabupaten Lingga memasuki usia ke-22 pada tahun 2025 dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan. Berbagai kegiatan digelar Pemerintah Kabupaten Lingga sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan panjang pembangunan daerah sekaligus momentum mempererat persatuan masyarakat.
Perayaan tahun ini berlangsung meriah, diikuti antusiasme warga dari berbagai kalangan—mulai dari anak usia dini, pelajar, pemuda, pelaku UMKM, tokoh masyarakat hingga unsur pemerintahan daerah.
Dengan mengusung tema “Membangun Negeri, Menjunjung Budaya”, rangkaian kegiatan tahun ini tidak hanya menonjolkan hiburan semata, tetapi juga sarat edukasi, penguatan karakter, promosi budaya lokal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Seluruh agenda yang disiapkan menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadaban.
Rangkaian perayaan diawali dengan pembukaan Stand Bazar dan UMKM yang diselenggarakan di Halaman Kantor Bupati Lingga. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Hj. Feby Sarianty, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pembangunan yang berpijak pada budaya dan kearifan lokal.
“Sesuai dengan tema kita tahun ini, Membangun Negeri, Menjunjung Budaya, kita ingin menguatkan nilai-nilai budaya sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Feby.

Bazar yang berlangsung selama enam hari itu menjadi magnet bagi masyarakat. Berbagai produk lokal dipamerkan—mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hasil kreatif UMKM, hingga stan pelayanan informasi publik dari sejumlah OPD. Kehadiran masyarakat yang memadati lokasi bazar menunjukkan besarnya perhatian terhadap perkembangan sektor UMKM yang kini semakin kompetitif dan inovatif.
Bazar tersebut merupakan kolaborasi antara Dekranasda Kabupaten Lingga, kecamatan se-Kabupaten Lingga, Dinas PTSP, Disperindagkop, dan Bagian Umum. Kegiatan ini juga menjadi wadah strategis untuk mempromosikan potensi ekonomi daerah sekaligus meningkatkan omzet pelaku UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Setelah pembukaan bazar, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan seni dan budaya oleh siswa-siswi Sekolah Dasar se-Kabupaten Lingga. Malam hiburan tersebut menampilkan beragam tarian tradisional, musik daerah, hingga drama bertema budaya Melayu Lingga. Sorak riuh penonton, tepuk tangan meriah, serta raut bangga para orang tua menambah warna pada malam yang penuh semangat itu.
Acara tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari pembinaan karakter generasi muda. Melalui ajang seperti ini, anak-anak mendapat ruang untuk mengekspresikan potensi diri sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya lokal.
Kemeriahan kegiatan pelajar ini menjadi cerminan harapan baru tentang masa depan Kabupaten Lingga. Generasi penerus dinilai memiliki potensi besar yang perlu terus didukung dan difasilitasi agar kelak menjadi pelaku pembangunan daerah yang kreatif, tangguh, dan berbudaya.
Memasuki malam peringatan Hari Jadi ke-22, Pemerintah Kabupaten Lingga menggelar Dzikir, Sholawat, dan Doa Bersama di Halaman Kantor Bupati Lingga pada Rabu malam (19/11/2025). Agenda ini dihadiri oleh para pejabat pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi keagamaan, serta masyarakat luas.
Wakil Bupati Lingga, Ir. H. Novrizal, S.T., M.IP dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas berbagai capaian pembangunan selama 22 tahun berdirinya Kabupaten Lingga.
“Kita berharap langkah-langkah pembangunan Kabupaten Lingga selalu dimudahkan oleh Allah SWT,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah melalui Baznas Kabupaten Lingga menyalurkan insentif kepada tokoh agama dan pelaksana kegiatan keagamaan tingkat kelurahan dan kecamatan.
Total 145 guru TPA Kelurahan, 11 Penyuluh Agama Islam daerah terpencil, 32 petugas fardu kifayah, 13 imam masjid kecamatan, 13 pembimbing tilawah, 12 da’i motivator, dan 53 noje masjid menerima penghargaan atas kontribusi mereka dalam membina kehidupan spiritual masyarakat.
Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap para penggerak kegiatan keagamaan yang selama ini berperan penting dalam memperkuat nilai moral dan spiritual masyarakat.
Usai upacara peringatan Hari Jadi, Bupati Lingga bersama Wakil Bupati, Forkopimda, kepala OPD, dan rombongan resmi melakukan ziarah ke Makam Sultan Mahmud Riayat Syah di kawasan Masjid Sultan Daik Lingga, Kecamatan Lingga. Ziarah ini bertujuan mengenang jasa Sultan sekaligus memupuk kembali nilai sejarah dan budaya Melayu yang menjadi identitas utama daerah.

Perjalanan ziarah kemudian berlanjut ke Kompleks Makam Bukit Cengkeh dan Makam Merah. Agenda ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pelestarian sejarah dan jejak perjuangan tokoh-tokoh terdahulu.
Peringatan Hari Jadi juga dimeriahkan dengan penyelenggaraan Festival PAUD oleh Disdikpora Kabupaten Lingga, yang berlangsung pada Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan berbagai perlombaan, seperti mewarnai, fashion show, dekorasi makanan bergizi, karaoke, hingga lomba membaca ayat pendek.
Ratusan peserta didik PAUD dari berbagai kecamatan tampak antusias mengikuti setiap perlombaan. Festival ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri, menggali potensi, serta menumbuhkan rasa percaya diri sejak dini.
Plt. Kepala Disdikpora Lingga memberi apresiasi kepada seluruh pendidik dan orang tua yang telah mendukung penyelenggaraan acara. Penutupan festival dilakukan oleh Bunda PAUD Kabupaten Lingga, yang menegaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk terus dilakukan demi mendukung perkembangan emosional, kreativitas, dan karakter anak usia dini.
Kehadiran camat, OPD, dan masyarakat pada festival tersebut menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat pendidikan sebagai fondasi masa depan Lingga yang lebih maju.
Puncak perayaan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Lingga ditandai dengan pelaksanaan Malam Syukuran pada Kamis malam (20/11/2025). Acara berlangsung hangat, khidmat, dan penuh suasana kekeluargaan. Seluruh unsur pemerintahan hadir—mulai dari Bupati Lingga, Wakil Bupati, Sekda, Ketua TP PKK, Ketua Dekranasda, kepala OPD, camat, tokoh masyarakat, hingga warga umum.
Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa Haul Sultan Mahmud Riayat Syah, hingga penampilan budaya daerah. Dalam sambutannya, Bupati Lingga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembangunan selama ini.
BP2KL juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak masyarakat menjaga semangat kebersamaan yang telah membentuk identitas Kabupaten Lingga selama 22 tahun.
Malam syukuran diakhiri dengan ceramah agama yang memberikan pesan hikmah bahwa rasa syukur harus diwujudkan melalui kerja nyata, kebersamaan, dan kepedulian sesama demi kemajuan daerah.
Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Lingga bukan hanya seremonial tahunan, tetapi juga pengingat bahwa pembangunan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah Kabupaten Lingga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan yang adil, merata, dan berorientasi budaya.
Usia 22 tahun menjadi simbol kedewasaan dan perjalanan panjang yang sarat tantangan, sekaligus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh dengan semangat persatuan, inovasi, dan harapan bersama menuju Lingga yang semakin maju, berbudaya, dan sejahtera.
Penulis : Febrian S.r







Comment