Lingga, SuaraKepri.com – Kepemimpinan Bupati Lingga, Muhammad Nizar, kembali mencatatkan prestasi gemilang melalui diraihnya dua penghargaan bergengsi sekaligus: Baznas Award 2025 dan Tribun Batam Award 2025. Dua penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi atas kebijakan yang telah dijalankan, tetapi juga pengakuan luas bahwa arah pembangunan Kabupaten Lingga bergerak pada jalur yang tepat—mengedepankan keseimbangan antara pembangunan fisik, penguatan nilai sosial, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat.
Penghargaan Baznas Award 2025 diterima Bupati Lingga pada Senin, 17 November 2025, di Gedung Trans Convention Center Tanjungpinang. Acara tersebut merupakan bagian dari Rapat Koordinasi Daerah Baznas se-Provinsi Kepulauan Riau, dengan mengusung tema “Zakat Berkat, Kepri Hebat, Baznas Kuat”. Dalam kesempatan itu, M. Nizar dianugerahi penghargaan kategori Kepala Daerah Dukungan Operasional Baznas, sebuah bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Lingga dalam mendorong tata kelola zakat yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Di bawah kepemimpinan M. Nizar, Pemkab Lingga menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat ekosistem zakat, mulai dari peningkatan kapasitas para pengelola zakat, transparansi dalam pendistribusian bantuan, hingga perluasan jangkauan penerima manfaat. Dukungan pemerintah ini berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Baznas Lingga sebagai lembaga resmi pengelola zakat daerah. Kebijakan yang diambil tidak hanya berhenti pada aspek administratif, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil melalui berbagai program seperti rumah layak huni, bantuan kesehatan, pengembangan usaha kecil, hingga santunan pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.
Selain itu, pemerintah daerah dinilai berhasil menciptakan pola kerja kolaboratif yang melibatkan semua unsur—Baznas, organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemerintah kecamatan dan desa. Kolaborasi ini terbukti mampu memperluas manfaat zakat hingga ke pelosok wilayah Kabupaten Lingga. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya hadir sebagai pembuat kebijakan, tetapi juga sebagai fasilitator yang memadukan potensi daerah dengan kebutuhan riil di lapangan.

Tidak hanya mendapat pengakuan dalam penguatan tata kelola zakat, Bupati M. Nizar juga menerima apresiasi pada sektor yang lebih luas melalui Tribun Batam Award 2025, yang diberikan pada Senin, 27 Oktober 2025, bersamaan dengan Hari Ulang Tahun Tribun Batam ke-21. Melalui penghargaan tersebut, M. Nizar dinobatkan sebagai Kepala Daerah Visioner, berkat kepemimpinannya dalam pelestarian adat, cagar budaya, serta pengembangan wisata sejarah di Kabupaten Lingga.
Penghargaan ini menjadi penegasan bahwa arah pembangunan Lingga tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga pada pemajuan identitas budaya daerah. Di bawah kebijakan M. Nizar, berbagai program revitalisasi dan pelestarian warisan budaya terus diprioritaskan. Beberapa di antaranya adalah revitalisasi kawasan bersejarah Istana Damnah, penyelamatan tinggalan-tinggalan sejarah di wilayah Daik Lingga, serta penguatan tradisi Melayu yang masih hidup di tengah masyarakat.
Pendekatan pembangunan berbasis budaya ini membawa dampak signifikan. Selain memperkuat karakter dan identitas Kabupaten Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu, kebijakan tersebut juga membuka peluang besar bagi berkembangnya sektor pariwisata sejarah. Jumlah kunjungan wisatawan ke daerah-daerah bersejarah di Lingga tercatat meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah daerah pun turut mendorong keterlibatan komunitas budaya, penggiat sejarah, serta pelaku UMKM dalam pengelolaan destinasi wisata. Kolaborasi ini pada akhirnya menciptakan ekosistem pariwisata yang bukan hanya menghidupkan kembali nilai sejarah, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Penghargaan Tribun Batam Award 2025 diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lingga, Izjumadillah S.Pd., M.M., yang mewakili Bupati karena berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Izjumadillah menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Lingga. “Ini buah kolaborasi kita semua dan menjadi motivasi agar Pemerintah Kabupaten Lingga terus melangkah lebih baik ke depan,” ujarnya.
Keberhasilan M. Nizar meraih dua penghargaan pada tahun yang sama menunjukkan bahwa pendekatan pembangunan yang diusungnya adalah pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah Kabupaten Lingga mampu menggabungkan pembangunan fisik, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta pelestarian budaya dalam satu garis kebijakan yang saling menguatkan. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam perjalanan pembangunan tersebut—kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, pelaku budaya, masyarakat, dan sektor swasta.
Dua penghargaan besar ini sekaligus menegaskan posisi Lingga sebagai daerah yang tumbuh dengan strategi pembangunan yang terukur dan berkesinambungan. Pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembangunan yang pro terhadap masyarakat, berorientasi pada pelestarian budaya, serta berfokus pada peningkatan kesejahteraan melalui pemanfaatan zakat yang tepat sasaran. Lingga juga semakin memperkuat posisinya sebagai pusat peradaban Melayu di Kepulauan Riau, sebuah identitas yang tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga aset berharga untuk masa depan.
Dengan berbagai capaian ini, kepemimpinan Bupati Muhammad Nizar semakin diakui sebagai kepemimpinan yang visioner, progresif, dan berakar pada nilai-nilai lokal. Pemerintah Kabupaten Lingga menegaskan bahwa penghargaan yang diterima bukanlah tujuan akhir, tetapi motivasi untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, memperkuat budaya, serta membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Sinergi yang telah terbentuk antara pemerintah dan masyarakat menjadi modal besar untuk membawa Kabupaten Lingga menuju masa depan yang lebih maju, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. Dengan fondasi pembangunan yang telah diletakkan, Lingga kini berada pada jalur yang kuat untuk terus melangkah sebagai daerah yang berkembang, modern, namun tetap teguh menjaga identitas budaya Melayu sebagai akar peradabannya.
Penulis : Febrian S.r







Comment