banner 728x250

Kisah Melyanti Tepis Berita Hoax di Masyarakat Tentang Vaksinasi Covid-19

  • Share

Lingga, SuaraKepri.com – Melyanti, Kasi Surveilan dan Imunisasi Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Lingga, dalam mengemban tugas di masa pandemi Covid-19 seperti ini kerap terlihat memberikan edukasi tentang pentingnya disiplin penerapan protokol kesehatan.

Selain melakukan pendataan capaian vaksinasi, Melyanti juga kerap memberikan bimbingan kepada warga yang termakan oleh isu dan berita tidak benar tentang vaksin, hal ini mengingat cara berfikir mayoritas masyarakat pesisir yang mudah menyerap informasi.

banner 336x280

Bahkan sejak wabah virus corona (Covid-19) masuk ke Kabupaten Lingga, rutinitas pendataan dan edukasi pentingnya vaksinasi berkesinambungan kerap ia kerjakan.

Ditambah sosok Melyanti sudah tidak asing lagi dimata masyarakat Kabupaten Lingga, sebab wajah wanita ini selalu ada dimana-mana baik itu dalam kegiatan vaksinasi atau patroli jam malam.

Seperti memberikan imbauan protokol kesehatan dan pendeteksian dini virus Covid-19 bersama tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lingga yang terdiri dari unsur TNI-Polri dan instansi terkait lainnya.

“Saat waktu itu kasus Covid melonjak dan beberapa wilayah berada pada zona merah, saya selalu ikut bersama tim Satgas Covid-19 melakukan patroli prokes dan melakukan monitoring penumpang kapal yang masuk dari pelabuhan Jagoh, pendeteksian itu tidak hanya dilakukan pada kapal yang masuk pada siang hari tapi juga pada malam hari di kapal Roro,” kata Melyanti (26/10/21).

Menurut wanita yang telah memiliki satu orang anak ini bercerita, ketika kasus Covid-19 melonjak, saat usai melaksanakan tugas penyelidikan epidemologi yang tentunya bertemu dengan banyak orang, yang menurutnya rentan terpapar virus corona.

Sebelum benar-benar memastikan dirinya bersih dari virus corona, ia tidak langsung pulang kerumah atau melakukan kontak dengan orang disekitarnya, karena ia menyadari jika sampai membawa atau menularkan virus yang mematikan ini kepada orang-orang yang ia cintai dan sayangi, maka sama saja ia tidak menaati prokes.

“Siapa saja dapat terpapar virus ini, termasuk saya, jadi waktu itu ketika kasus Covid masih tingginya dan kita Lingga sempat blocking area, usai bertugas, ketika saya merasakan gejala yang aneh saya tidak pulang kerumah tapi mengkarantinakan diri di posko Covid, sampai saya benar-benar yakin saya bersih dari virus ini. Saya tidak ingin pulang kerumah membawa penyakit pada orang-orang yang kami sayangi,” cerita Melyanti

Melyanti mengaku, pernah merasakan gejala yang mengarah pada Covid-19 namun setelah dilakukan tes PCR hasilnya negatif, hal itu dialaminya sebanyak dua kali.

Atas dasar itu juga, Melyanti mengingatkan pada masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan dengan tujuan agar setiap individu yang beraktivitas di luar, lalu pulang kerumah tidak membawa virus Covid-19 pada keluarga dan tetangganya.

Karena menurut Melyanti, virus ini tidak tampak dengan mata telanjang dan ketika terpapar tidak semena-mena langsung dirasakan efeknya.

“Alhamdulillah sampai saat ini belum terpapar, tapi 2 kali merasakan gejala kearah Covid. Yang penting itu disiplin Prokes dan vaksin, Insya Allah kita aman dan terlindungi dari virus ini. Mari sayangi diri, keluarga dan kerabat kita. Meski saat ini kasus aktif Covid kita nol, tapi kita harus tetap waspada,” ucapnya

Sosok ibu muda yang memiliki anak satu ini dalam mensukseskan vaksinasi dan mengedukasi terkait protokol kesehatan diketahui tidak hanya sebatas memonitoring data dibalik monitor laptop dan duduk di kursi kantor, namun disetiap kesempatan ia tampak hadir turun langsung ke puskesmas yang berada di wilayah pulau-pulau.

“Disetiap kesempatan seperti program dari TNI-Polri Nasi Kapau dan Gurindam saya juga turut ikut turun ke pulau-pulau seperti di pulau Pekajang, Mentude, Suak Buaye, Pulau Mas, Benan, Senayang, Tajur Biru dan beberapa pulau lainnya. Disana kita selain melaksanakan vaksinasi juga memberikan edukasi pentingnya vaksinasi dan protokol kesehatan,” ungkap Melyanti

Menurut Melyanti, mayoritas masyarakat yang berada di pulau-pulau bukan takut efek dari vaksinasi tapi mereka takut akan jarum suntik.

Untuk itu peran petugas dan masyarakat yang telah mendapatkan suntikan vaksinasi diharapkan turut ambil bagian dengan membantu menyampaikan pada kerabat dan keluarganya yang belum di vaksin bahwasanya suntikan vaksinasi itu tidaklah sakit seperti yang mereka bayangkan.

“Masyarakat kita yang berada di pulau-pulau pada dasarnya bukan takut sama vaksinnya, tapi takut disuntik, maka dari itu kita harapkan pada masyarakat yang telah mendapatkan suntikan vaksinasi dapat kembali menceritakan pengalamannya ke orang-orang yang belum di vaksin, bahwa efek dan disuntik vaksin itu tidak sakit, jarumnya juga kecil,” ujarnya.

Melyanti mengaku upaya bersama tenaga kesehatan, TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menekan terkonfirmasi Covid-19 terbilang efektif, yang mana kata Melyanti, sejak 16 Oktober 2021 lalu, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Lingga nihil dan 13 wilayah Kecamatan se-Kabupaten Lingga berada pada zona hijau.

“Alhamdulillah, setelah capaian vaksinasi Lingga 80 persen, saat ini nihil kasus aktif. Tentunya ini berkat kerjasama dan kerja keras semua pihak seluruh elemen masyarakat. Terimakasih juga dukungan yang luar biasa dari Kapolres Lingga, Pabung, Danlanal dan Pemkab Lingga yang tidak pernah tinggal diam ketika kami menyampaikan kendala di lapangan,” ungkapnya

Sementara itu, pada capaian vaksinasi, diungkapkan Melyanti pada 22 Oktober 2021, sasaran vaksinasi pada usia 18 tahun keatas tervaksin sebanyak 54.531 jiwa atau 81,07 persen dari target sasaran sebanyak 67.266 jiwa, lalu pada sasaran vaksinasi usia 12-17 tahun tervaksin sebanyak 8.365 jiwa datau 79,31 persen dari target sasaran 10.547 jiwa.

Penulis : Febrian S.r

  • Share