
Lingga, SuaraKepri.com – Ketua IMKL Tanjungpinang Ramadhani keluarkan stetmen lempar batu sembunyi tangan, mantan ketua IMKL Batam, Fahrul Ansori bicara tentang esensi dasar status mahasiswa (EDSM) yang dimban, Kamis (23/04/20).
Menurut Ansori sapaan akrab ketua Perpat Lingga saat ini, setiap pergerakan mahasiswa harus mengutamakan rakyat, ketika mahasiswa ingin pulang, tegas dia, pulang lah bersama rakyat atau tidak sama sekali.
“Akomodir mahasiswa di rantau, lalu desak pemkab berikan bantuan logistik yang merata, tapi jika kemudian ingin pulang maka prioritaskan rakyat, jangan pulang dulu sebelum rakyat pulang,” tegas Ansori.
Mengenai kata-kata “lempar batu sembunyi tangan” menurut Ansori itu tidak pantas diucapkan oleh ketua IMKL Tanjungpinang, disaat ada seseorang yang mengetuk hati mahasiswa untuk kepentingan rakyat.
“Itu pribahasa yang salah ketika kami mengetuk hati mahasiswa, harusnya sigap responsif, bukan malah lakukan pembenaran diri. Toh mahasiswa sudah pulang tapi rakyat tertinggal, terima kasih,” tukasnya.
Tidak hanya itu, perlu adanya keberanian dan satu suara bersama masyarakat, dalam menyikapi kebijakan pemulangan mahasiswa ke kampung halaman ditengah pandemik wabah corona virus (Covid-19).
“Disini hanya butuh keberanian mahasiswa itu sendiri, sanggupkah mahasiswa menunda kepulangan mereka sampai rakyat hendak dipulangkan juga dengan di akomodir,” tambah dia.
Terlepas dari fasilitas yang diberikan pemerintah Kabupaten Lingga, suara mahasiswa harusnya mengutamakan masyarakat terlebih dahulu, karna menurut dia mahasiswa adalah bagian dari rakyat.
“Sebab wabah ini bukan hanya mengganggu ekonomi mahasiswa kos, tapi imbas dari wabah ini menyebar keseluruhan tanpa pandang status,” pungkasnya.
(F.sr)








Comment