by

Malaysia Dan Singapura Akan Ramaikan Tradisi Mandi Safar di Lingga

Penulis : -Lingga-42 views

Lingga, SuaraKepri.com – Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, gelar rapat koordinasi untuk mematangkan kembali persiapan jelang pelaksanaan tradisi Mandi Safar, di Balai Adat Lembaga Adat Melayu (LAM).

Kepala Dinas Kebudayaan M.Ishak saat memimpin rapat tersebut mengatakan rapat ini penting dilaksanakan, mengingat bahwa dalam pelaksanaan tradisi Mandi Safar yang merupakan salah satu warisan tak benda milik Bunda Tanah Malayu ini, untuk pertama kalinya akan dihadiri oleh turis-turis mancanegara.

“Perlu kita matangkan persiapan dan kita evaluasi apa saja kekurangan di tahun lalu, mengingat pada pelaksanaan tahun ini akan ada peserta dari Malaysia dan Singapura yang akan hadir pada hari itu nantinya,” kata Ishak yang juga menjabat sebagai ketua LAM Kabupaten Lingga, Jum’at (18/10/19).

Rencana kehadiran turis dari luar negeri tersebut merupakan hasil kerjasama antara pihak Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga, yang giat melakukan promosi dan menjadikan Mandi Safar sebagai salah satu agenda wisata di kebudayaan.

“Tentunya acara ini harus kita kemas dengan menarik, sehingga keinginan para pelancong untuk mengenal tradisi turun temurun negeri Bunda Tanah Melayu ini bisa membekas dan menjadi ingatan yang berkesan bagi mereka,” ucap nya dengan semangat.

Menurut dia, Sudah semestinya tradisi yang di kemas dalam sebuah agenda dalam mempromosikan daerah harus di dukung oleh semua pihak, agar nantinya pelaksanaannya dapat berjalan lancar dan sukses.

Untuk teknisnya, jelas Ishak akan di sesuaikan seperti agenda pada tahun-tahun sebelumnya, nantinya akan diadakan pawai, arak-arakan peserta Mandi Safar yang terdiri dari siswa-siswi sekolah, dilanjutkan dengan jalan kaki dari pintu gerbang menuju museum dan akan berhenti dititik akhir di Balai Adat LAM.

“Kami mengharapkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak untuk menyemarakkan acara ini, semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda Dinas Kebudayaan saja, namun lebih kepada menjaga tradisi, demi mewujudkan Lingga yang berbudaya,” imbuhnya.

Penulis Febrian S.r

Comment

Berita Lainnya