Lingga, SuaraKepri.com – Bupati Lingga Alias Wello hadiri pertemuan internal Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK), dengan delegasi negara sahabat Tanzania dan 24 utusan lainnya baik dari delegasi negara sahabat, maupun para anggota KOPEK, di Taman Soekasada Ujung, Kabupaten Karangasam, Bali.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lingga menyampaikan sangat membuka diri bagi investor untuk segala investasi. Bahkan untuk meyakini para investor, ia sudah menyiapkan sejumlah kemudahan mulai dari kemudahan perizinan, hingga berbagai pelayanan yang sifatnya bebas biaya.
“Tidak ada lagi bangsa yang bergerak sendiri, kita bisa membangun sinergitas menjalin kerjasama untuk menuju bangsa mandiri,” kata Alias Wello dengan semangat.
Selain itu, Awe juga memaparkan sejumlah potensi investasi di Lingga. Beberapa diantaranya sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan yang kini sedang digiatkan.
Tidak hanya itu, sektor tambang juga turut di sampaikan Awe khususnya potensi timah, bauksit dan pasir silika.
“Kami memang datang dari jauh jika dibandingkan dengan tempat ini (red:Bali) namun, wilayah kami sangat dekat dengan negara tetangga, yakni Singapura dan Malaysia,” ucapnya.
Dengan segala pontensi yang dimiliki Kabupaten Lingga, Awe menawarkan kesempatan besar ini, untuk segala pihak agar berinvestasi di Bunda Tanah Melayu dan berharap melahirkan kerja sama baik kerja sama dalam negri maun luar negri.
Bahkan ia menyampaikan itu dihadapan delegasi Tanzania yang dipimpin oleh Menteri Industri, Perdagangan dan Investasi Wilayah Otonomi Khusus Zanzibar, Amina Saloum Ali, hal itu ia lakukan agar mendapatkan sebuah kerja antara negra Tanzania dan Indonesia yang selama ini dikenal salah satu negara penghasil kelapa terbesar.
“Rugi rasanya jika kita sudah datang jauh-jauh, namun tak bisa membawa sebuah kesepakatan dan kerjasama untuk kemajuan bersama dimasa depan,” ucap Bupati Lingga menyakini.
Kehadiran sejumlah delegasi dari beberapa negara sahabat pada pertemuan ini sekaligus berkenaan dengan Festival Kelapa Internasional ke-3 yang digelar di Bali pada 14 – 17 September 2019.
Dari berbagai potensi yang disampaikan sejumlah delegasi, anggota KOPEK bersama delegasi sepakat untuk menjalin kerjasama dibidang industri kelapa.
Nantinya akan dilakukan pertemuan khusus untuk memantapkan kerjasama yang akan dijalin.
Diketahui, pertemuan itu dipimpin oleh Prof.DR.Ir. Nelson Pomalingo,M.Pd dan anggota Kopek lainnya.
Penulis : Febrian S.r







Comment