NATUNA – Sulaiman Kepala Desa Tapau Kecamatan Bunguran Tengah Natuna Kepri, kali ini tak berkutik, ketika oknum kades ini bersama pasangan selingkuhanya.
Digerebek warga di RT 01/RW 03 Desa Harapan Jaya di kediaman selingkuhanya tengah malam pada (16/08) kemarin.
Sang Kades dipaksa bangun oleh warga untuk dimintai keterangan bersama aparat desa setempat. Ternyata, Sulaiman mengaku sudah nikah siri dengan Siti Sofiah, janda dari suami Sardi dan mantan pacar sang Kades.
Juga, diketahui pengakuan mantan suaminya Sardi bercerai, akibat hubungan gelap kades dengan siti Sofiah beberapa waktu lalu. Kini, resmi bercerai di Pengadilan Agama Ranai beberapa bulan lalu.
Telah resmi menyandang status menjadi janda, kesempatan itu pula dimanfaatkan Sulaiman untuk melanjutkan hubungan diam-diam mereka. Namun, akhirnya sang Kades tak bisa berbuat banyak.
Keesokan harinya, kades Sulaiman sempat diboyong kekantor Desa Harapan Jaya untuk di minta keterangan bersama warga masyarakat. Seputar kejelasan surat nikah siri sang Kades dengan siti Sofiah masih diragukan, sebab surat nikah yang ditunjukkan kades Tapau dinikahkan di Desa Sungai Ulu, saksi
Hal tersebut dibenarkan Evan Sukadir, S.IP, Kepala desa Harapan Jaya, pada Rabu (22/08).
“Iya, betul pak, pengerebekan kades tersebut oleh warga kita tengah malam. Sebelumnya warga juga sempat curiga, gerak-gerik kades Tapau. Memasuki rumah siti Sofiah dengan diam-diam. Motornya ditinggalkan di rumah saudaranya di RK 5, dia berjalan kaki kerumah mak janda, terang kadir,” ujarnya.
Kata, Kadir, jika memang dia (Sulaiman) sudah nikah siri, semestinya, dia harus melaporkan kepada RT atau aparat setempat.
Tegasnya lagi, surat nikah siri kades Tapau juga terlihat janggal, sebab tidak ada wali dari pihak perempuan.
Disamping itu, kadir juga menyampaikan kades Tapau jatuhi hukuman sosial membersihkan lingkungan kantor Desa Harapan Jaya.
“Tapi, sayangnya belum dilaksanakan kades Sulaiman,” terangnya.
Hal senada diungkapkan ketua BPD Nikmah didampingi Tohar Sekretaris menjelaskan, pihaknya sudah mendengar kejadian yang menimpa kadesnya.
“Kami juga sudah membahas kejadian tersebut, beberapa hari lalu dikantor BPD Tapau bersama semua anggota. Namun, secara tiba-tiba tanpa diundang. Kades Sulaiman datang kekantor BPD Tapau mengatakan akan mengajukan pengunduran dirinya dari jabatan kades Tapau,” sebut Nikmah dikonfirmasi Selasa (21/08)
Ditambahkanya pihak BPD tidak bisa menghalangi niat kades tersebut, yang terpenting kita tunggu surat resmi pengunduran diri kades Sulaiman.
“Biar bisa kita proses sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandasnya. (Imam/Poh)







Comment