4 Anggota DPRD Tpi Jadi Sorotan Usai Datangi Rumah Almarhum Brigadir J

Tanjungpinang, SuaraKepri.com – Kedatangan sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang ke rumah Almarhum Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J mengundang tanya sejumlah masyarakat di Tanjungpinang.

Salah satunya datang dari Said Ahmad Syukri, yang mempertanyakan kapasitas serta maksud dan tujuan sebenarnya ke empat anggota dewan Kota Tanjungpinang itu rela jauh-jauh datang ke rumah Almarhum Brigadir J, di Sungai Bahar, Jambi, pada, Jumat (12/08).

banner 336x280

“Pada prinsipnya seluruh WNI turut berduka cita atas insiden tersebut. Nah ada pula para wakil rakyat Kota Tanjungpinang datang ke rumah duka? Apakah tugas konstitusi atau pribadi ? Apa memang kunjungan kerja ke rumah duka atau malah menyangkut kerja institusi. Terkesan ngada-ngada atau kah hanya cari muka?,” tanya Said dalam tulisannya.

Tak hanya Said, momen kedatangan anggota dewan Kota Tanjungpinang itu juga mendapat sorotan dari Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Kota Tanjungpinang.

JPKP Kota Tanjungpinang menilai, statmen yang diutarakan ke empat anggota DPRD Kota Tanjungpinang ketika di rumah Almarhum, sebagaimana yang diberitakan dalam detikSumut.com dengan judul “DPRD Tanjungpinang Kepri Datangi Rumah Brigadir J di Jambi, Untuk Apa?” tidak masuk akal dan mengada-ngada.

“Terkait kehadiran Empat Anggota Dewan Kota Tanjungpinang berkunjung ke keluarga Brigadier J sangat tidak masuk akal dan mengada-ngada. Sesuai dengan statmen mereka di detikSumut.com terkesan hanya mengada ngada,” ucap Ketua JPKP Kota Tanjungpinang Adiya Prama Rivaldi, Sabtu (13/08).

“Kami Sebagai pengamat pemerintah menilai alasan mereka tidak masuk diakal, mengatakan mereka tidak mencampuri masalah hukum, lalu malah bertanya sudah sejauh mana mendapatkan perlindungan hukum dalam Kkasus ini,” lanjutnya.

Anehnya lagi lanjut Adi, didalam pemberitaan itu mereka mengait-ngaitkan jabatan mereka bahwa sebagai wakil rakyat mereka ingin mendorong pemerintah agar kasus ini dikawal dan terus di dorong agar terang benderang.

“Semua rakyat Indonesia berduka cita atas insiden yang terjadi terhadap Brigadir J, termasuk saya pribadi sangat menyayangi terhadap kasus dugaan pembunuhan berencana ini kenapa bisa seorang oknum Jendral melakukan gal yang di luar Instansi Polri,” ujarnya

Adi dalam hal ini menyarankan, sebaiknya empat anggota Dewan Kota Tanjungpinang itu lebih bijak dalam menyikapi persoalan ini, mengingat cipta kondisi di Kota Tanjungpinang saat ini sedang dalam tidak baik-baik saja. Jika ingin berkunjung, sebaiknya menggunakan nama pribadi bukan membawa instansi legislatif.

“Tentu dengan adanya empat anggota dewan Kota Tanjungpinang berkunjung dan ingin mengurusi perkara tersebut. Masyarakat Tanjungpinang menjadi bertanya-tanya, Kenapa Legislatif mengurusi hal yang sudah di urusi oleh Pihak Kepolisian Republik Indonesia. Kondisi Tanjungpinang saja belum selesai diurusi oleh legislatif serta eksekutif sehingga roda pemerintahan saat ini sedang pincang malah mengurusi yang telah di ambil alih oleh Instansi Kepolisian Republik Indonesia secara transparan dan professional,” jelas Adi.

Risih dengan pernyataan masyarakat itu, Ria Ukur Rindu Tondang salah satu dari ke empat anggota DPRD Kota Tanjungpinang yang datang ke rumah Almarhum Brigadir J akhirnya angkat bicara.

Menurut Ria, kedatangannya dan sejumlah anggota DPRD Kota Tanjungpinang ke kediaman Almarhum J, di Sungai Bahar, Jambi itu tidak disengaja. Mengingat saat itu dirinya dan sejumlah anggota DPRD Kota Tanjungpinang lainnya memang sedang menjalankan tugas di Bappeda Kabupaten Batang Hari tak jauh dari rumah Almarhum Brigadir J.

“Kami menggunakan uang pribadi ke Sungai Bahar (kediaman Almarhumlm Brigadir Josua ) sesudah selesai melaksanakan pekerjaan kami dari Bappeda Kabupaten Batang Hari. Jarak dari Batang Hari ke Sungai Bahar itu sekitar 1 jam perjalanan. Berita mengenai kematian Brigadir Josua merupakan berita nasional (perhatian masyarakat banyak tertuju ke kejadian tersebut),” kata dia.

Lagi pula, lanjutnya, antara tante Almarhum J dan dirinya masih memiliki hubungan sodara, maka dirinya berinisiatif untuk berkunjung untuk mengucapkan secara langsung ucapan belasungkawa kepada pihak keluarga Almarhum.

“Tante Almarhum Josua adalah sepupu dekat saya. Jika ada kesempatan untuk mengucapkan turut berdukacita kepada keluarga apakah itu salah? Jika kita punya kesempatan berdoa dan memberikan penghiburan kepada keluarga apakah itu salah? Yang kami lakukan adalah menyampaikan turut berdukacita secara langsung kepada keluarga kami sesudah selesai mengerjakan pekerjaan kami dengan baik dan benar,” kata dia.

Penulis : Angga

Comment