TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang dibajak oleh teroris. Adanya pembajakan ini, membuat satuan Wing Udara II Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV bergerak untuk menyelamatakannya.
Tetapi adegan ini adalah serangkaian latihan terjun tempur malam Wing Udara di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Sabtu(28/3). Latihan ini melibatkan sekitar 134 personel gabungan dari berbagai satuan di TNI AL.Skenario latihan terjun malam ini dimulai dengan laporan dari Kepala Bandara RHF. Gerombolan teroris dilaporkan menguasai bandara menjelang malam.
Pihak bandara meminta bantuan kepada Pangkalan TNI AL setempat. Informasi tersebut diteruskan ke Mabes TNI AL.Setelah mendapatkan persetujuan dari Pangarmabar, pesawat TNI AL CN-235 MPA dan Casa NC-212 Patmar diterbangkan untuk melaksanakan Air Surveillance (pengamatan udara). Dilaporkan, situasi bandara cukup mencekam.
Sebuah pesawat yang terparkir di apron dijaga dua orang teroris bersenjata. Diperkirakan, delapan orang lainnya berada di dalam gedung bandara. Pangarmabar memerintahkan kepada unsur-unsur Operasi Mandala Baruna-15 untuk melaksanakan penindakan yang mengirimkan pasukan khusus TNI AL dengan melaksanakan terjun tempur dan air landed malam hari dengan menggunakan pesawat TNI AL Casa NC-212.
Pada jam yang telah ditentukan, dua tim pasukan batalion intai amfibi (Taifib) Pasmar-2 (14 orang) menaiki pesawat TNI AL Casa NC-212 untuk melaksanakan terjun tempur dan air landed. Tim Alfa (tujuh orang) melaksanakan terjun tempur malam hari dan mendarat di sekitar gedung bandara. Setelah tim Alfa menempati posisi dengan aman, tim Bravo yang masih mengudara di pesawat TNI AL Casa NC-212 melaksanakan infiltrasi dengan teknik air landed melalui ramp door di sepanjang landasan.
Setelah kedua tim bergabung, maka dilakukan penyergapan. Baku tembak terjadi antara pasukan Taifib dengan sekelompok teroris. Dalam baku tembak tersebut, empat orang teroris berhasil dilumpuhkan. Namun, hanya empat orang lainnya melakukan penyanderaan terhadap kepala bandara. Penembak jitu berhasil melumpuhkan teroris yang membawa sandera. Baku tembak kembali antar terjadi dengan tiga orang teroris yang tersisa. Dengan mudah, ketiganya dilumpuhkan di area terbuka.
Pasukan intai amfibi bergerak menuju ke pesawat dan mendapatkan sandera terluka serius. Satu helikoper TNI AL Bolkow BO-105 dari KRI Barakuda untuk melaksanakan Evakuasi Medis Udara (EMU) terhadap sandera yang terluka dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Untuk memastikan bahwa kondisi bandara benar-benar aman, dikirimkan tujuh orang penjinak bahan peledak dengan menggunakan helikopter TNI AL Bell-412 yang berangkat dari KRI Banda Aceh menuju ke bandara dengan teknik Mobilisasi Udara (Mobud).
Setelah tim Jihandak memastikan situasi bandara benar-benar aman, maka seluruh rangkaian operasi pembebasan bandara telah dapat dilaksanakan dengan baik. Skenario ini ditutup dengan sebuah ledakan di bandara. Warga yang menonton berdecak kagum melihat aksi para prajurit TNI AL ini.
Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Sigit Setiyanta, pihaknya melakukan latihan terbang malam hari guna mendukung tugas pokok TNI AL dalam operasi militer perang dan selain perang. Kegiatan ini digelar di wilayah Koarmabar, terutama di wilayah Tanjungpinang Kegiatan dilaksanakan mulai dari 23 sampai 28 Maret.
Dalam latihan ini dilibatkan sekitar 134 personel gabungan awak pesawat TNI AL, batalion Intai Amfibi Pasmar-2 Marinir, batalion pertahanan Lantamala IV, serta dari Rumah Sakit dr Midyato. “Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan awak pesawat udara di dalam kesiapan operasional dalam mendukung tugas pokok TNI AL,” ujarnya. (Reg)
[sk]

Comment