Belum Banyak Yang Tahu, Ini Dia Wisata Anti-Mainstream di Tanjungpinang

  • Share

Tanjungpinang, SuaraKepri.com – Libur, momen yang paling ditunggu-tunggu bagi semua siswa maupun mahasiswa usai melewati ujian akhir semester yang begitu melelahkan.

Perasaan lega bercampur senang sejenak menyelimuti sebelum pada akhirnya nanti mereka harus kembali masuk seperti biasanya.

banner 336x280

Di Indonesia sendiri, berekreasi ke tempat wisata bersama keluarga maupun kerabat saat libur merupakan suatu hal yang biasa dilakukan.

Tujuannya tidak lain untuk mendekatkan kembali hubungan emosional, hingga sekedar merefresh pikiran.

Entah kemanapun itu, yang terpenting bagi mereka tempat dan budgetnya sesuai, dan yang pasti tidak membosankan.

Di Kota Tanjungpinang sendiri banyak sekali tempat wisata yang bisa anda kunjungi.

Namun tahukah, dari sekian banyak tempat dan objek wisata yang ada, hanya ada beberapa yang tergolong tidak biasa (Anti- Mainstream).

Satu diantaranya seperti wisata kebun anggrek atau yang biasa disebut Studio Anggrek.

Letak lokasinya sendiri tak jauh dari Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, tepatnya di Jalan Bintan, Kota Lama.

Hampir semua jenis tanaman anggrek dari yang biasa sampai yang tak biasa dapat ditemui di Studio Anggrek ini.

Uniknya, tanaman anggrek di Studio Anggrek ini dibalut dengan pot-pot bermotif.

Ada yang bermotif batik, bermotif pakaian khas masyarakat tionghoa, bergaya tanjak melayu, bergaya ketupat dan ada pula yang bergaya seperti lampion.

Semuanya dibuat dan di design sendiri alias handmade dari bahan sisa seperti kain perca dan sampah plastik.

Mantapnya, disana pengunjung akan diberikan pemahaman secara lengkap tentang tanaman anggrek oleh pengelola Studio Anggrek tersebut.

Melly selaku pengelola Studio Anggrek yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cermin Indah, akan mendampingi sembari memberikan edukasi tentang manfaat dan cara merawat tanaman anggrek.

Disamping itu, di Studio Anggrek ini juga tersedia tempat foto atau studio foto dengan latar green skrin yang bisa diedit sesuai kemauan untuk pengunjung yang ingin berswafoto dengan tanaman Anggrek yang mereka sukai.

Bahkan, di studio foto itu juga tersedia berbagai macam pakaian adat dan pakain khas negara-negara tetangga, seperti pakaian Korea, China dan lain sebagainya yang bisa digunakan sesukanya.

Tak lupa, pengunjung yang berkunjung nantinya juga akan mendapatkan oleh-oleh atau buah tangan berupa kue roda bermotif tanaman anggrek.

Sejauh ini, harga yang ditawarkan Studio Anggrek untuk turis lokal maupun pengunjung setempat dirasa masih sangat layak, alias cukup worth it.

Untuk paket anak-anak, Studio Anggrek mematoknya dikisaran harga Rp 15 ribu perorang. Mereka nantinya akan mendaptkan air mineral, kue roda bermotif tanaman anggrek.

Kemudian, bebas berswafoto di studio foto green skrin, mendapatkan edukasi tentang tanaman anggrek, serta mendapatkan edukasi tentang sejarah Kota Lama Tanjungpinang.

Sementara untuk orang dewasa atau umum, Studio Anggrek mematok harga Rp 200 ribu perorangnya. Dari biaya Rp 200 ribu tersebut, mereka bebas menggunakan berbagai fasilitas selama 2 jam.

Selain itu juga mereka akan mendapatkan satu tanaman anggrek lengkap dengan pupuk cair dan juga pot bermotif seharga Rp 150 ribu secara percuma alias gratis.

Sejauh ini, Studio Anggrek yang merupakan wisata kreatif hasil kolaborasi dua Pokdarwis, Kelurahan Tanjungpinang Kota dan Bukit Cermin ini perlahan mulai dilirik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Menurut Melly, belum lama ini ada sekitar 50 orang wisatawan lokal dari Batam dan Pekanbaru yang berkunjung ke Studio Anggrek ini.

Dan tepatnya pada tanggal 25 Juni 2022 kemarin, menyusul rombongan wisatawan mancanegara dari Singapura yang berkunjung ke Studio Anggrek tersebut.

“Dengan membudidayakan tanaman anggrek ini banyak sekali manfaatnya untuk kehidupan kita. Selain mendapatkan kehidupan yang lebih sehat, kita juga mendapatkan pemandangan yang lebih indah dan asri,”

“Kemudian juga bisa membuat orang disekitar kita turut merasa senang dengan melihat tanaman yang berbunga dan berwarna warni sehingga membuat hati mereka menjadi tenang dan tentram,” ujar Melly menceritakan motivasinya mengembangkan tanaman anggrek dan membuat Studio Anggrek ini.

Penulis : Angga

  • Share