Berikan Jaminan Kesejahteraan, BPJS Ketenagakerjaan Rangkul Kelompok Rentan

Para anggota RWS Tanjungpinang saat mendapatkan pemaparan dari BPJS Ketenagakerjaan, belum lama ini./F.Thafan

Tanjungpinang, suarakepri.com – Mengusung tema “Satukan Semangat, Sejahterakan Pekerja” yang digaungkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan saat ini dinilai telah sejalan dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional pada pasal 1 ayat 1, dimana dalam pasal tersebut berbunyi Jaminan sosial adalah salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak.

Adapun salah satu bentuk perlindungan jaminan sosial yang diberikan oleh Pemerintah untuk Rakyatnya yaitu Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), dimana perlindungan jaminan sosial ini merupakan suatu bentuk perlindungan kepada pekerja dan keluarganya terhadap berbagai resiko pasar tenaga kerja.

banner 336x280

Meskipun informasi perlindungan terhadap para pekerja selalu disosialisasikan, ternyata masih ada sebagian kelompok masyarakat yang belum memahami terkait pentingnya perlindungan Jamsostek bagi dirinya. Hal ini berdasarkan dari hasil laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) daerah Kepulauan Riau (Kepri) yang menyatakan masih ada sekelompok mitra dampingannya saat ini belum mendapatkan perlindungan Jamsostek.

Menurut keterangan Pelaksana Program Inklusi PKBI daerah Kepri, Nani Nuraeni mengungkapkan “Berdasarkan data mitra strategis saat ini yang menjadi bagian dari salah satu kelompok dampingan dan tergabung dalam Forum Komunikasi (FK) Rumpun Waria Sehati (RWS), sebanyak 31 data waria hanya 5 waria yang memiliki Jamsostek”.

Berdasarkan keterangan tersebut dapat disimpulkan masih adanya sebagian kelompok masyarakat yang belum memahami dan mendapatkan perlindungan Jamsostek. Padahal jika mengacu pada amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004, seharusnya waria juga perlu mendapatkan perlindungan Jamsostek. Hal ini mengingat besarnya resiko yang kemungkinan akan dihadapi di kemudian hari.

Perlu diketahui. Mayoritas waria di Kota Tanjungpinang yang tergabung dalam FK RWS merupakan para pekerja bukan penerima upah, dimana anggotanya ada yang memiliki usaha milik pribadi.

Sosialiasi Jamsostek pada Waria, Pekerja Malam Berhak Mendapatkan Perlindungan Program BPU

Menanggapi pentingnya perlindungan Jamsostek bagi waria. PKBI Daerah Kepri melalui kegiatan Learning Culture telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan sosialisasi kepada waria mengenai pentingnya perlindungan Jamsostek pada tanggal 09 November 2022, di Cafe Halaman Belakang Tanjungpinang.

Dalam kegiatan tersebut. BPJS Ketenagakerjaan cabang Tanjungpinang menunjuk Kabid Kepesertaan Wahyu Wibowo untuk menjadi narasumber, dengan materi mengenai sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan, dimana dalam materi tersebut lebih memperkenalkan profil BPJS Ketenagakerjaan, manfaat menjadi peserta Jamsostek, dan bagaimana cara mendaftar sebagai peserta penerima manfaat.

Mengingat peserta yang hadir mayoritasnya adalah para pekerja bukan penerima upah, Wahyu sempat menjelaskan dan menawarkan salah satu program yang sedang dijalankan oleh BPJS Ketenagakerjaan, yaitu program Jamsostek bagi Bukan Penerima Upah (BPU).

“Jadi, untuk mendaftar sebagai peserta penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang saat ini bekerja sendiri atau memiliki usaha sendiri, artinya dia merupakan peserta Bukan Penerima Upah (BPU). Program BPU ini cukup membawa KTP, nomor HP, email jika ada, dan ini bisa mendaftar secara online melalui aplikasi resmi BPJS Ketenagakerjaan. Nah, teman-teman sekalian juga bisa mendaftar secara langsung ke kantor kami dengan membawa KTP, program apa saja yang mau di ikuti. Namun saran saya, jika ingin mempersingkat waktu di whatsapp (WA) saja foto KTP dan pekerjaanya apa. Untuk biaya saat ini yang paling kecil yaitu Rp16.800, itu bisa melindungi 2 jenis pekerjaan dengan manfaatnya untuk perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),” papar Wahyu.

Tambahnya singkat. Selain JKK dan JKM peserta juga bisa mendaftarkan diri dalam program Jaminan Hari Tua (JHT) senilai Rp20 ribu, dan program BPU ini tidak memiliki batasan selagi orang tersebut merupakan pekerja bukan penerima upah. Bahkan para pekerja malam juga berhak mendapatkan perlindungan Jamsostek dan mendaftar sebagai peserta BPU.

Tercatat Sebanyak 15 Waria Telah Mendapatkan Perlindungan Jamsostek

Setelah mendapatkan materi dan sosialisasi dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang, melalui pendampingan langsung dari PKBI Daerah Kepri tercatat sebanyak 15 waria yang tergabung dalam komunitas FK-RWS telah mendapatkan perlindungan Jamsostek.

Ajeng salah satu waria mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pihak PKBI Daerah Kepri dan BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan informasi penting ini. Menurutnya, sampai saat ini dirinya masih sangat minim akan informasi mengenai jaminan sosial bagi kelompok rentan.

“Saya memang sudah sering mendengar Jamsostek ini, tapi ya seperti yang abang tau kami ini kan tidak seperti masyarakat pada umumnya. Saya juga baru mengetahui ternyata sangat banyak manfaat yang bisa didapatkan sebagai peserta Jamsostek, ditambah lagi ternyata pekerja malam juga bisa mendaftar. Tapi ya bang, saya bukan pekerja malam ya, saya punya usaha sendiri dan nanti saya minta tolong untuk didaftarkan ya,” ungkap Ajeng.

“Semoga kegiatan ini dapat terus dilakukan, dan harapan saya kedepannya agar kelompok minoritas seperti kami ini bisa mendapatkan pelayanan publik yang sama,” tambah Ajeng.

Penulis : Tafan JP

Comment