Tanjungpinang, suarakepri.com – Pelaksanaan Proyek Pembangunan Penanggulangan Banjir di Jalan Srikaton, Kelurahan Pinang Kencana, Kota Tanjungpinang, menyebabkan kerusakan pada jalan umum di wilayah tersebut. Kerusakan ini diduga akibat truk-truk tronton yang over kapasitas dalam mengangkut material beton.
Tidak hanya rusak, jalan tersebut juga dipenuhi lumpur dan debu yang bertebaran, mengganggu para pengendara yang melintas. Proyek ini direncanakan berlangsung selama 300 hari kalender dengan anggaran hampir Rp 38 miliar, yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2024. Pelaksana proyek adalah PT. Bangun Cipta – Nurfita, dengan konsultan supervisi PT. Globetek Glory Konsultan.
Pantauan awak media suarakepri.com sejak hari Jum’at (05/07) sampai Minggu (07/07) di lapangan menunjukkan aktivitas truk tronton yang hilir mudik mengangkut material tanah urug menuju Jalan Nusantara Kilometer 13. Material tanah urug tersebut jatuh berlepotan di sepanjang jalan, termasuk di jalan masuk Srikaton, sehingga memperparah kondisi jalan yang sudah rusak dan berlumpur.
“Kondisi jalan ini sangat mengganggu aktivitas kami sehari-hari. Setiap hari saya harus membersihkan lumpur yang menempel di kendaraan. Kami berharap pihak proyek segera melakukan perbaikan dan penyiraman untuk mengurangi debu,” ujar salah satu warga setempat, Bapak Ahmad saat di temui pada Minggu (07/07).
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum berhasil dikonfirmasi oleh awak media ini.
Penulis: Zen
Editor: Thafan Casper

Comment