TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH mengaku adanya enam investor yang kabur dari Kota Tanjungpinang dikarenakan listrik yang tidak stabil. Padahal keenam investor itu hendak menanamkan investasinya di Kota Tanjungpinang dan harus berpikir ulang.
Adapun enam investor itu bergerak dibidang pariwisata, perhotelan, shipyard, pengelolaan pelabuhan dan juga pabrik plastik yang pernah menyampaikan ketertarikannya untuk menanamkan modalnya di Kota Tanjungpinang.
“Kita tidak bisa menjamin kestabilan listrik saat begitu mereka bicarakan masalah listrik. Akhirnya investor ini stagnan untuk menanamkan investasinya,” ujar Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, disela-sela acara RPJMD di BBR, Senin (25/8).
Lis menyebutkan, sejatinya Kota Tanjungpinang banyak dilirik oleh para investor untuk menanamkan modalnya. Karena kata Lis, para investor tersebut beranggapan bahwa Kota Tanjungpinang masih menjadi daerah yang paling kondusif bila dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Provinsi Kepulauan Riau.
“Orang bukan tidak berminat, orang berminat. Karena Kota Tanjungpinang termasuk yang paling kondusif, tapi masalah yang utama ya itu listrik,” tukasnya.
Lis melanjutkan, walaupun sebenarnya para investor tersebut mampu untuk menyediakan generator sendiri. Tapi, tentunya harus ada juga jaminan dari PLN selaku penyedia energi listrik untuk menyediakan listrik untuk para investor tersebut.
“Walaupun mereka mampu untuk membuat generator, jelas itu juga butuh waktu. Selain itu tidak mungkinkan 24 jam mereka menghidupkan generatornya,” pungkas Lis.
“Bagaimana untuk investor untuk masyarakat saja daya listrik kurang disediakan oleh PLN Tanjungpinang,” imbuhnya.
Lis menyebutkan, permasalahan listrik ini sebenarnya sudah diluar kewenangan dari Pemerintah Kota Tanjungpinang. Tapi kata Lis, bukan berarti Pemerintah Kota Tanjungpinang tidak ada upaya.
“Insya Allah minggu depan saya akan coba koordinasilah dengan kanwil dan juga pusat untuk membahas masalah listrik di Kota Tanjungpinang ini,” ujarnya.
Lis beranggapan, PT PLN Area Tanjungpinang sudah tidak mampu untuk menangani krisis listrik di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau ini. Oleh karena itulah kata dia, dirasa perlu untuk segera dilakukan koordinasi dengan Kanwil PLN di Pekanbaru untuk mengatasi permasalahan yang semakin hari tak kunjung usai ini.
“Selama ini kita akui mereka (PLN Area Tanjungpinang) sudah berupaya. Tapikan Kota Tanjungpinang ini adalah ibukota provinsi yang dekat dengan negara lain seperti singapura dan Malaysia. Jadi sudah seharusnya masalah krisis listrik ini harus diantisipasi oleh PLN baik itu mengenai jumlah masyarakat dan juga tentang ketersediaan generatornya,” tuturnya.
Lis juga menyebutkan, selama ini Pemerintah Kota Tanjungpinang sudah menawarkan kerjasama untuk mengatasi masalah krisis listrik di Kota Tanjungpinang. Namun kata dia, sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak PLN terkait rencana tersebut.
“Listrik di Tanjungpinang ini ibarat penyakit yang harus segera dipikirkan dan segera diobati,” tutupnya.
[sk]







Comment