Tanjungpinang – Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Kepri meminta kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk menempatkan kaum perempuan paling sedikitnya sebesar 30 persen di kabinet kerjanya atau lebih dikenal Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Hal ini mereka suarakan sempena peringatan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2016, belum lama ini.
Adapun landasan statment ini mereka sampaikan adalah dimana pelantikan Pejabat Eselon II, III dan IV belum lama ini lebih didominasi oleh kaum lelaki. Lebih mirisnya lagi, dalam jabatan kepala SKPD hanya tinggal seorang perempuan saja dari 29 SKPD yang ada, yakni Reni Yusneli yang menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Kepri.
Sebelumnya Reni, dipercaya menjabat jabatan yang sangat strategis yakni Asisten I Gubernur Kepri, bahkan sempat dipercaya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Kepri.
Sementara itu, Misni hanya menempati posisi sebagai Sekretaris Kopri Provinsi Kepri yang sebelumnya dipercaya sebagai Kepala Biro Administrasi Pemerintahan. Dan Pudji Astuti yang juga sempat menjadi perempuan yang masuk dalam kabinet kerja mantan Gubernur Kepri, almarhum HM Sani, telah memasuki masa pensiun.
“Cukup miris, dapat dikatakan tidak ada lagi perempuan birokrasi di kabinet kerjanya Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yang dipercaya sebagai Kepala SKPD. Hanya ada nama Reni Yusneli yang kini tidak lagi berada di jabatan yang strategis untuk perwakilan perempuan,” ujar Anis Anorita Zaini, Ketua DPD FPPI Provinsi Kepri yang didampingi jajaran pengurus lainnya, pada Jumat sore, di Sekretariatnya, Kijang Lama (23/12).
Di momentum Hari Ibu ini, Anis berharap Nurdin pada akan melakukan pelantikan pejabat Eselon II nanti dapat menempatkan perempuan sebesar 30 persen dari 29 SKPD yang ada. Karena ia menilai bahwa perempuan yang berada di birokrasi pemerintahan Provinsi Kepri yang ada saat ini, masih banyak perempuan yang berpotensial, berpengalaman, memiliki golongatan atau pangkat yang memenuhi syarat dan berprestasi.
“Di kabinet kerjanya Pemerintahan Jokowi-Jk saja, dari jumlah 34 Menteri yang ada, 7 diantaranya diisi oleh kaum perempuan. Kenapa hal ini juga tidak dilakukan atau dilaksanakan oleh Pemprov Kepri maupun pemerintahan yang ada di Kepri ini,” tegas Anis.
Untuk itu, Anis bersama jajaran pengurus lainnya berharap susunan kepala SKPD Kepri nantinya akan diisi kembali oleh perempuan, seminimalnya 5 orang dari 29 SKPD yang ada. Dan ia juga berharap birokrasi perempuan yang sebelumnya dipercaya memegang jabatan strategis di Pemprov Kepri, kembali memegang jabatan strategis, khususnya Reni Yusneli.
“Kepada ibu Reni Yusneli, kami ucapkan selamat hari ibu. Tetaplah semangat dalam mengabdikan diri untuk Provinsi Kepri dan menciptakan prestasi kerja dalam meningkat kwalitas perempuan di tengah masyarakat. Agar yang namanya persamaan gender itu selalu tercipta sesuai dengan tujuannya selama ini digaungkan oleh pemerintah,” ungkapnya. (Erial)







Comment