TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Cherli (32 tahun) sering lemas dan tak berdaya setiap ingat anaknya Kholifatul Rhiviah alias Iva yang kabur dari rumah pada malam Minggu kemarin. Apalagi anak sulungnya itu masih berusia 14 tahun. Ia pun bersama suaminya, Warmin telah melaporkan kehilangan anaknya itu ke Polsek Tanjungpinang Timur pada hari Selasa (2/9) lalu.
Kaburnya Iva ini berawal saat Cherli dirawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) karena sakit. Saat itu Iva disuruh gantiin bapaknya, untuk menjaga Cherli. Sementara bapaknya mau ke rumah bibinya Iva di teluk keriting.
“Sempat makan nasi goreng, ijin nonton TV di depan ruangan perawat, tetapi sampai tengah malam, Iva tak juga kembali. Saya pun tanya sama bapaknya, setahu bapaknya Iva di rumah sakit menjaga saya,” cerita Cherli kepada SuaraKepri.com yang datang ke rumah di Alam Gas, Km 12.
Padahal, berdasarkan pengakuan Cherli, Iva tidak ada masalah bersama orang tua. “Padahal tidak ada kami sedang marah dengan dia. Setiba dirumah, koper sudah tidak ada lagi dirumah, Iva membawa pakaiannya semua. Sejak malam minggu itu,” ujar wanita yang keturunan Tiong Hua dan sudah mualaf tersebut.
Iva yang akan berumur 15 tahun, pada 15 Oktober nanti itu, dibawa ke Tanjungpinang setelah tamat SMP di Jawa.
“Teman cowoknya sering ramai main disini, kami bingung yang mana satu cowoknya. Bahkan ada juga anak yang tampangnya terlihat seperti anak Punk. Bahkan suami saya sering menegur dia apabila memiliki teman yang tidak baik karena khawatir,” jelasnya.
Warmin suaminya Cherli, menambahkan bahwa walaupun Iva adalah anak tirinya, ia sudah sangat sayang dan sudah seperti anak kandungnya.
“Pernah minta kerja sama saya, tetapi saya keberatan karena dia masih dibawah umur, rencananya mau saya sekolahkan lagi untuk sekolah menengah keatas,” papar Warmin yang kini bekerja di PT. Indocon.
Berdasarkan pengakuan dari orang tuanya, Iva selalu memiliki keinginan yang banyak seperti teman-temannya yang lain.
“Setiap permintaannya selalu kami turuti sesuai kemapuan kami, dari belikan jam tangan sesuai kemauannya hingga pernah minta motor, saya sempat kredit. Tetapi motor itu saya suruh tarik karena Iva sering keluyuran dan saya lagi kesulitan keuangan,” tambah Cherli.
Yang menjadi kekhawatiran Cherli dan Warmin, mereka takut Iva seperti kena berdayakan oleh lelaki.
“Bisa saja Iva dimanfaatkan oleh teman-temannya untuk menjual Iva kepada om-om yang berduit. Karena kondisi Iva yang masih puber dan mudah dipengaruhi, apalagi keinginan Iva yang begitu banyak termasuk ingin memiliki Ipad,” ungkap mereka.
Warmin sempat sms Iva, dan Iva langsung menelponnya. “Iva mengatakan bahwa dirinya di Batu 3, kerja di rumah makan dengan gaji 850 ribu. Tapi kami tak percaya, karena kami begitu kenal Iva,” katanya.
Kedua orangtuanya pun sangat berharap, Iva dapat segera pulang ke rumah dan kembali menjadi anaknya yang baik. Bagi masyarakat yang tahu keberadaan dan melihat Iva dapat menghubungi nomor telpon 081277659994 dan 085765059999.
[sk]





Comment