Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, Lis bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tanjungpinang mengadakan rapat bersama terkait distributor Bawang dan Garam, di Kantor Bappeda Kota Tanjungpinang, Jalan Basuki Rahmat, Selasa (8/8).
Rapat ini guna antisipasi dampak buruk kelangkaan garam dan bawang di kota Tanjungpinang.
Kelangkaan bawang di Kota Tanjungpinang mencapai kenaikqn 30% dikarenakan bawang lokal belum mengalami masa panen.
Harga bawang untuk wilayah Kota Tanjungpinang biasanya Rp 14.000,- (empat belas ribu rupiah) sampai dengan Rp 16.000,- (enam belas ribu rupiah), naik menjadi Rp 20.000,- (dua puluh ribu rupiah) atau kisaran 30%.
“Rapat ini adalah untuk antisipasi ke langkah Stok bawang dan garam pada saat ini harga bawang meningkat kisaran 30 %,” ujar Lis.
Untuk stok saat ini masih ada 40 ton Garam atau tiga sampai empat bulan kedepan masih mampu menyuplai permintaan masyarakat.
Sembari menunggu proses perjalanan garam yang sudah dipesan dan ada peningkatan harga dari garam industri /garam kasar untuk pengasinan dari Rp 2.800,- (dua ribu delapan ratus rupiah) menjadi Rp 5.000,- (lima ribu rupiah) dan untuk garam konsumsi dari Rp 5.000,- (lima ribu rupiah) naik menjadi Rp 7.000,- (tujuh ribu rupiah)
“Pada saat ini stok garam masih ada 40 ton masih bisa bertahan tiga sampai empat bulan kedepan dan menunggu garam yang sudah dipesan dalam perjalanan,” ungkap distributor Garam, Darno menimpali.
Untuk masalah bawang tidak ada kelangkaan dua sampai tiga minggu kedepan.
Harapan pengusaha bawang kepada pemerintah Kota Tanjungpinang untuk mengambil kebijakan yang strategis yang tidak menyulitkan distributor untuk proses pasokan bawang.
“Harapan saya sebagai pengusaha bawang kepada pemerintah untuk mengambil kebijakan yang tidak menyulitkan kami untuk pasokan bawang yang dikirim kesini,” harapan pengusaha bawang, Indra kepada pemerintah.
Menyikapi kemungkinan stok bawang dan garam, langkah pemerintah Kota Tanjungpinang sudah meminta kepada Presiden RI, Joko Widodo agar terealisasi khusus untuk pasokan bawang mengingat Kepri yang berada di perbatasan.
“Kita juga sudah sampaikan kepada Presiden RI, Pak Jokowi agar memberikan perhatian khusus,” ungkap Lis.
[sk]







Comment