TANJUNGPINANG, SuaraKepri – Ratusan mahasiswa Universitas Maritim Negeri Raja Ali Haji (Umrah) Provinsi Kepri, Tanjungpinang, menjadi terlantar akibat bus yang biasa mengankut mereka tidak beroperasi. Saat mereka berkumpul tempat biasanya di Lapangan Pamedan, Ahmad Yani, pada hari Kamis (4/6), tidak tampak satu pun bus Umrah yang ada.
Para mahasiswa ini akhir menyari transportasi alternatif untuk menuju ke Kampus mereka, di Senggarang. “Ya bang, ada yang carter transport bersama-sama, ada juga yang kembali menghubungi pihak keluarganya untuk minta diantar ke Kampus,” ujar salah satu Mahasiswa Umrah yang mengaku bernama Reni.
Sementara itu, salah satu supir Bus Umrah saat dihubungi SuaraKepri, mengaku bahwa beberapa hari ini mereka tidak mendapat karcis pengisian minyak yang biasa diberikan. “Bagaimana kami bisa beroperasi untuk mengangkut para mahasiswa, sementara karcis bus beberapa hari ini tidak ada dikasih padakami,” ujar Zai, salah satu supir bus Umrah.
Saat ini, para mahasiswa Umrah yang kini berada di Kasmpus Senggarang kebingungan untuk pulang menggunakan apa. “Bingung kami bang, sementara angkuta disini tidak ada. Berbeda dengan mahasiswa yang memiliki kendaraan sendiri atau dijemput oleh pihak keluarganya,” ungkapnya. (Kiko/Ial)
[sk]







Comment