Tanjungpinang – Terkait kritik Adipura Buana tahun 2016, Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, MH cukup menyanyangkan kritik yang harusnya menjadi masukan dan solusi itu tidak disampaikan langsung kepada dirinya terlebih dahulu dan langsung ke media. Bahkan pemberitaan yang disampaikan terkait kritik itupun tidak dilakukan dengan berimbang.
“Yang menyampaikan kritik itu belum tentu adalah putra daerah. Kita tahu sendiri, sebagian mereka adalah pendatang dan belum tentu dia tahu tentang Tanjungpinang dari berbagai aspek. Sebagai putra daerah, kita tidak tidak akan berhenti sampai disini saja. Kita sadar memang masih banyak yang perlu perbaiki,” tegas Lis saat menghubungi media ini.
Lis sendiri sendiri merasa bahwa dirinya yang menerima langsung piagam Adipura Buana dari yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah perwakilan dari Tanjungpinang. “Bukan sekedar pribadi yang menikmati hasil dari Adipura ini. Tetapi mereka harus melihat jerih payah para petugas kebersihan dan masyarakat yang terlibat serta memiliki andil untuk menjaga kota Tanjungpinang ini bersih,” tegasnya.
Lis cukup menyanyangkan, karena dari segi kritik itu bukan hanya berdampak pada dirinya atau Pemko Tanjungpinang, tetapi juga para petugas kebersihan yang ada. “Kan kasihan mereka yang sudah berupaya maksimal dan hasil kerja keras merekalah, Kota Tanjungpinang ini kembali meraih Adipura. Makanya, penyambutan dan arak-arak Adipura ini kita melibatkan dan lebih menonjolkan mereka serta memberi bonus sebagai penghargaan,” jelasnya.
Terkait penilaian Adipura Buana ini, lanjut Lis memang dilakukan oleh tim panitia dari Pemerintah Pusat, bukan pandai-pandai dari Kota Tanjungpinang. “Saat mereka melakukan penilaian, kita (Pemko Tanjungpinang) pun tidak tahu kapan mereka melakukan penilaian, karena itu bagian dari tahapan penilaian. Selain itu untuk kriteria penilaian Adipura, hanya panitia pemerintah pusat saja yang tahu, kalaupun tahu, itupun hanya sebagian kecil dari kriteria penilaian,” geramnya.
Lis pun menantang, para kritik itu kalau berani menyampaikan langsung (Audensi), termasuk kepada petugas kebersihannya. “Jangan hanya menyampaikan ke media dan tidak berimbang,” paparnya.
Untuk para pejabat Pemko Tanjungpinang dan pers yang ikut diboyong dalam penerimaan Adipura ini, Lis beralasan bahwa ini merupakan satu bentuk transparansi dan bentuk penghargaan terhadap perwakilan. “Kita tidak begitu ramai memboyong pejabat kita, yang kita bawa hanya 3 SKPD terkait dan para camat yang ada. Sementara itu dari kabupaten dan kota lainnya sampai 30an orang yang mereka bawa, bahkan ada juga yang sampai satu kapal,” geramnya lagi. (harris)
[sk]







Comment