Tanjungpinang, SuaraKepri – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakkan Tuntas Korupsi (Getuk) mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan Praktek korupsi, kolusi dan Nepotisme (KKN) di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Kepri.
Sekjen LSM Getuk, Tengku Azhar menilai, bahwa adanya penyimpangan pada saat proses promosi jabatan dan mutasi jabatan di lingkungan Kanwil Kemenag Kepri. Yang menyalahi undang-undang RI No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dan juga, peraturan Pemerintah RI No 11 tahun 2017 tentang pegawai Negeri sipil. Ketidak adilan dalam pengangkatan jabatan tersebut telah menyakiti orang-orang yang sudah lama bekerja di tempat tersebut, yang memiliki pendidikan yang tinggi serta kemampuan kerja secara optimal.
“Ada apa dengan Kanwil Kemenag ini, ? yang terkesan tertutup selama ini oleh publik. Kok tiba-tiba kami dapat laporan dari sumber didalam bahwa adanya permainan dari seorang kepala Kanwil Kemenag untuk mengangkat jabatan dengan sistem dinasti,” ungkap Tengku di Kedai kopi clasik 69, (11/04).
Tengku juga menjelaskan, bahwa dengan adanya data bukti yang diterima oleh LSM itu. Sangat jelas sistem dinasti yang diterapkan oleh seorang kepala Kanwil Kemenag Kepri merupakan tabir penyakit yang selama ini tidak diketahui oleh masyarakat.
“Ini jelas Lo data yang kita terima dari narasumber didalam, yang tersakiti oleh sistem dinasti yang dilakukan kepada Kepala Kanwil Kemenag itu ? Bukan main-main kita menuding jika tidak memiliki data dan narasumber,” tegasnya.
Tambah Tengku, bahwa pada saat dirinya datang bersama ketua LSM Getuk Jusri Sabri, untuk meminta kelarifikasi terkait dugaan praktek KKN di tubuh Kanwil Kemenag Kepri. Dirinya sempat menerima debatan alot dengan arogansi seorang penguasa di Kantor itu.
“Kami datang baik-baik untuk meminta kelarifikasi soal itu, dengan membawa data bukti yang jelas. Tiba-tiba tengah penyampaian, Kepala Kanwil Kemenag itu menunjukkan sikap arogan dan nada tinggi kepada kami. Ini jelas ada apa sebenarnya ? Jika tidak ada apa-apa kok pakai emosi menyikapi nya? Biarkan masyarakat yang menilai,” tutupnya.
Penulis : Erial






Comment