Tanjungpinang, SuaraKepri – Penyerangan kampus Sekolah Tinggi Sosial dan Politik (STISIPOL) Raja Haji Kota Tanjungpinang pada hari Minggu dini (14/2) diduga terkait pengrusakan pagar pembatas lahan atau sempadan. Pagar pembatas atau sempadan itu sendiri merupakan batas tanah antara Stisipol Tanjungpinang dengan lahan milik pengusaha tenar Kepri, Hengky Suryawan.
Hal ini dibenarkan oleh seorang mahasiswa STISIPOL Raja Haji Kota Tanjungpinang yang namanya enggan disebutkan dulu. Karena kejadian penyerangan dan pemukulan ini tidak begitu jauh jarak waktunya dengan pengrusakan pembatas lahan tersebut.
“Bisa jadi terkait hal tersebut bang, tapi kami tidak mau terlalu gegabah dulu. Karena Mahasiswa dan Stisipol pun merasa bahwa lahan tersebut sudah disumbangkan pemiliknya kepada kami. Nantilah kita buka-bukaan, malam ini kami mau rapat konsolidasi dulu,” ujar mahasiswa Stisipol yang juga seorang aktivis mahasiswa tersebut.
Sementara itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Tuntas Korupsi (Getuk) Kepri, Jusri Sabri secara terang-terangan menyebutkan bahwa pemukulan ini kuat dugaannya didalangi oleh Hengky Suryawan.
Ia juga meminta kepada pihak Kepolisian agar mengusut tuntas kasus ini hingga pelakunya tertangkap. “Kita akan awasi dan monitor penangan kasus ini oleh pihak kepolisian. Pelaku harus segera ditangkap dan dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Hengky Suryawan, langsung membantah bahwa kasus ini didalangi oleh dirinya. Bahkan dirinya juga membenarkan bahwa lahan miliknya yang bersepadan dengan STISIPOL itu telah ia sumbangkan kepada pihak kampus.
“Padahal lahan itu sudah saya sumbangkan (Hibahkan), tidak mungkin pula saya yang ributkan kembali dan serang kampus tersebut,” tegas Hengky, melalui pesan Media Sosialnya (Medsos). (Erial)







Comment