Kondisi Tanjungpinang Tidak Jauh Berbeda Dengan Rengat
Tanjungpinang, SuaraKepri – Sebelum memimpin Perusahaan Listrik Nasional (PLN) Area Tanjungpinang, Armunanto sebelumnya menjabat Manager PLN Area Rengat. Armunanto mengisi posisi Manager PLN Area Tanjungpinang menggantikan Majuddin yang pindah menjadi Manager PLN Area Purwakarta belum lama ini. (Baca : Polsek Rengat Barat Mediasi Warga Dengan PLN)
Antara Armunato dan Majuddin juga tidak jauh berbeda dalam kondisi yang mereka hadapi. Bahkan saat ini mereka dinilai sama-sama meninggalkan beban dan masalah yang hampir sama selama menjadi Manager Area di wilayah masing-masing.

Armunanto pun acap kali sering mendapat serangan dari warga Rengat, bahkan PLN Area Rengat juga menaungi beberapa daerah kabupaten di Riau. (Baca : Warga Mengeluh Pemadaman Listrik Masih Terjadi)
Belum juga tuntas permasahan defisit daya, PLN Area yang dipimpin Armunanto pun tetap melakukan sambungan baru untuk pelanggan yang seharus masih terdafar di pelanggan tunggu. (Baca : PLN Rengat Siapkan 38 Ribu Sambungan Baru)
Armunanto juga pernah dipermalukan oleh PT. Wika yang menyediakan dan menyuplai daya listrik untuk PLN Area Rengat dalam rapat hearing di depan Komisi III DPRD Inhu. (Baca : PT. Wika Permalukan PLN Area Rengat Saat Hearing bersama Komisi III DPRD Inhu)
Busyetnya lagi, dibawah kepemimpinan Armunanto, pelanggan PLN Rengat menunggak hingga Rp 7,5 milliar menjelang akhir tahun 2015. Hal ini juga diduga difaktori kekesalan masyarakat adanya pelayanan PLN yang jauh dari harapan. (Baca : Busyet…Pelanggan PLN Rengat Nunggak Rp7,5 Miliar)
Dikonfirmasi terkait hal ini, Armunanto enggan menjawab pertanyaan wartawan Suarakepri.com terkait hal ini, pada hari Jumat (26/2). Ia bahkan hanya memfokuskan pada alasan adanya pemadaman listrik yang dilakukan di Kota Tanjungpinang.
[sk]







Comment