Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Provinsi Kepri Pertumbuhan Ekonomi Kedua Terendah se-Indonesia

403
×

Provinsi Kepri Pertumbuhan Ekonomi Kedua Terendah se-Indonesia

Sebarkan artikel ini

Tanjungpinang – Sesuai data dari BPS Nasional bahwa Provinsi Kepri pada umumnya untuk pertumbuhan ekononi berada pada urutan terendah pertama se-Sumatera dan terendah kedua se-Indonesia, maka dari itu Sekda berharap agar UMKM dan Partisipasi BUMN harus tetap eksis di Kota Tanjungpinang.

Dalam rangka stabilitas harga melalui pasar murah Pemerintah Kota Tanjungpinang bekerjasama dengan BUMN se-Kota Tanjungpinang melakukan rapat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Tanjungpinang.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang selaku pimpinan rapat, Riono menyampaikan bahwa harapan kita agar Kota Tanjungpinang dapat bangkit dalam segi perekonomian.

“Ini diakibatkan karena banyak perusahaan yang berada di Kota Tanjungpinang dan Kota Batam gulung tikar (menutup perusahaan) sehingga berdampak kepada pertumbuhan ekonomi di Propinsi Kepri,” ujar Riono.

Pada pertemuan rapat yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, yang dihadiri oleh Perwakilan BUMN diantaranya Bulog, BPJS Ketenagakerjaan, TASPEN, Pegadaian, Pelindo, Angkasa Pura, PLN, serta Perwakilan BNI dan BRI.

Dari berbagai pendapat dan saran akhirnya sepakat untuk memberikan bantuan dibulan Ramadhan dan menyambut Idul Fitri, baik itu menyelenggarakan Pasar Murah, Bantuan Sembako hingga bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 8400 Kepala keluarga se-Kota Tanjungpinang, diantaranya bantuan Beras, Gula, Minyak Goreng serta kebutuhan lain nya untuk menyambut Idul Fitri.

Dalam pelaksanaan rapat ini juga disampaikan program dari masing – masing BUMN, diantaranya Bulog telah menyiapkan kebutuhan Pokok seperti Beras, Gula dan Minyak Goreng, Bulog menjamin untuk ketersedian Akan cukup untuk masyarakat Tanjungpinang, hingga lebaran nanti, tentunya guna menekan harga pasar yang semakin meningkat, dan berharap dapat bekerjasama dengan seluruh BUMN yang hadir jika ada program bantuan Sembako yang diperuntuk kan kepada masyarakat, tentunya dengan harga distributor.

Harga Gula kemasan dari Bulog Perkilo berkisar Rp .11.900,- sedangkan harga dipasaran berkisar Rp.12.500,- hingga Rp.13.000,- bahkan jika membeli perkarung bisa dibandrol dengan harga Rp.11.300/Kg. Ini cukup membantu masyarakat untuk mendapatkan Gula dengan harga dibawah pasaran, dan langsung disambut Positif dan baik oleh perwakilan BUMN yang hadir.

Selain Bulog, BUMN yang lain juga sepakat untuk membantu masyarakat, khususnya untuk warga yang kurang mampu melalui Pemerintah Kota Tanjungpinang.

“Agar kami bisa menyalurkan program bantuan dengan baik dan tepat sasaran,” ungkap masing-masing perwakilan BUMN.

Dipenghujung rapat Riono berharap kepada BUMN dapat menanggapi peluang ini dengan baik dan dapat saling kerjasama antara BUMN dan Pemerintah Kota Tanjungpinang agar Pendistribusian yang diberikan nanti bisa tepat sasaran dan sesuai peruntukannya. Untuk masalah teknis Pendistribusian nanti akan dikoordinir oleh Kadis Perdagangan dan Perindustrian, Juramadi Esram.

Selain itu juga Sekda menyampaikan untuk harga daging segar, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui BUMD telah menyiapkan 10 ekor Sapi yang didatangkan dari daerah Jambi, ini untuk menekan harga daging yang semakin melonjak dipasaran.

“Sampai hari ini sudah berkisar diharga Rp 140.000,-/Kg dan dipastikan bisa semakin melonjak hingga Idul fitri nanti. Maka dari itu BUMD Kota Tanjungpinang harus tetap memantau harga daging agar tetap stabil diharga Rp 130.000,-/Kg,” tutup Riono.

Adapun yang hadir pada pelaksanaan rapat diantaranya perwakilan BUMN Se Kota Tanjungpinang, Kadis Perindustrian dan Perdagangan serta Camat Tanjungpinang Barat.

[sk]

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat