Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Raih Adipura Buana 2016, Pemko Tanjungpinang Menuai Kritik

426
×

Raih Adipura Buana 2016, Pemko Tanjungpinang Menuai Kritik

Sebarkan artikel ini
Inilah tumpukan sampah disalah satu sudut Kota Tanjungpinang.

Tanjungpinang – Setelah berhasil menyabet kembali Adipura Buana tahun 2016, tidak hanya menuai pujian, Pemerintah Kota Tanjungpinang juga menuai kritik. Kritik ini datang dari Himpunan Cerdik Pandai Melayu (Cindai) Kepri, LSM Lidik Kepri dan Gerakan Anak Melayu (GAM) Kepri.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla di Kabupaten Siak, Provinsi Riau kepada Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Jumat (22/7) lalu. Lalu diarak keliling Kota Tanjungpinang pada hari esoknya, Sabtu (23/7), dari Pelabuhan Sri Bintan Pura meuju terminal Sei Carang Tanjungpinang.

Himpunan Cerdik Pandai Melayu (Cindai) Kepri secara terang-terangan menilai Tanjungpinang belum layak mendapatkan Adipura Buana di 2016. Mereka menilai bahwa Tanjungpinang masih jauh dari kategori bersih berdasarkan syarat untuk mendapatkannya.

Ketua Cindai Kepri, Edi Susanto mengatakan kalau berbicara kebersihan, Adipura itu sendiri tak pernah uji publik. “Dapat Adipura pun tak hebat-hebat kali lah, jangan sampai ini menjadi sebuah upaya pencitraan,” tegas Edi.

Sementara itu dari GAM Provinsi Kepri menilai Kota Tanjungpinang belum layak mendapatkan penghargaan tersebut mengingat persoalan tata kelola dan masalah sampah masih belum bisa terselesaikan secara merata dan menyeluruh.

Ketua GAM Kepri, Said Roni Saputra melihat mungkin saja tim penilai dari Kementerian Lingkungan Hidup yang tidak diketahui masyarakat kapan datangnya, menilai aspek kebersihan di pusat kota saja. Selain itu juga, dirinya mempertanyakan anggaran yang digunakan untuk memboyong camat se-Kota Tanjungpinang.

“Ini sebagai bentuk pemborosan anggaran ditengah terjadinya defisit, kami melihat ini sebagai bentuk euforia yang sangat berlebihan. Bahkan beberapa kalangan pers pun ikut diboyong mereka,” kritik pentolan GAM Kepri tersebut.

Hal yang sama juga dipertanyakan oleh Lidik Kepri, melalui Ketua Lidik Kepri, Indra Jaya menyatakan bahwa penilaian Adipura Buana tidak transparan. Indra menuturkan, yang harus dilihat dalam arti layak Tanjungpinang mendapatkan Adipura Buana ada beberapa item yang wajib dipertanyakan dalam hal kesesuaian mendapatkan penghargaan tersebut yang pada intinya harus sesuai dengan kenyataan.

“Masih banyak sampah yang dikelola belum secara optimal beberapa titik di Kota Tanjungpinang. Dan kapan turun tim penilaian, tidak pernah kita tahu,” tegasnya. (Harris)

[sk]

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat