Tanjungpinang, SuaraKepri.com – Menindaklanjuti masalah antrian pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertailet yang terjadi di Tanjungpinang dan Bintan, Anggota DPRD Provinsi Kepri, Rudi Chua langsung turun tangan. setelah dilakukan peninjauan dan investigasi ke Sentral Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU), dirinya ada menemukan hal-hal yang menyebabkan antrian panjang itu terjadi.
“Antrian Pertalite secara massal terjadi mulai hari kamis 5 September 2024. Antrian ini disebabkan kerusakan alat Solenoid Valve di hampir semua alat dispenser BBM Pertailet, dimana dispenser ini merupakan unit yang terpisah sehingga bisa dipastikan bukan rekayasa,” ujar Rudi Chua, politisi dari Partai Hanura yang hari ini kembali dilantik jadi anggota DPRD Provinsi Kepri, Senin (9/9).
Kerusakan massal ini hanya menimpa dispenser pertalite di Pulau Bintan (termasuk Tanjungpinang) yang menggunakan BBM Pertalite didroping dari Tanjung Uban. “Sementara dispenser BBM jenis lain seperti Pertamax, Dexlite, Solar tidak mengalami gangguan sama sekali. Saat ini tidak ada pengurangan kuota BBM Pertailet di Tanjungpinang atau Bintan,” jelas Rudi.

“Memang benar ada rencana pemerintah pusat untuk melakukan pembatasan BBM Pertalite sebagai bagian pengurangan subsidi dengan cara pembatasan besar CC atau tahun kendaraan yang boleh menggunakan pertalite. Tetapi sampai sekarang belum diterapkan karena masih menunggu aturan pelaksanaannya yang kemungkinan akan dilakukan di awal Oktober ini,” tambahnya.
Untuk itu, ia juga telah melakukan komunikasi dengan pertamina Batam dengan jaminan tidak ada pengurangan BBM Petalite di Tanjungpinang, yang mana hal ini juga sudah dicroscek/dicocokkan dengan keterangan petugas SPBU di berbagai tempat.
“Pertamina akan tetap melakukan tambahan kiriman BBM Pertalite ke SPBU di hari Minggu ini walaupun bukan jadwal kerja. Pertamina juga membantu mendatangkan sparepart Solenoid Valve dari luar wilayah Kepri,” tegasnya.
“Kita menghimbau agar warga tidak ikutan panik buying (yang belum membutuhkan pengisian untuk menunda pengisian BBM Pertalite) agar tidak menimbulkan antrian panjang,” pintanya.
Ia pun meminta Pertamina, agar dapat meningkatkan dan memperketat pengawasan terhadap kualitas BBM yang beredar. “Dengan demikian diharapkan permasalahan antrian BBM Pertalite ini dapat teratasi dalam waktu secepatnya sehingga tidak menimbulkan ketidaknyamanan dan kerugian waktu material bagi warga yang membutuhkan BBM Pertalite,” ungkapnya.
Penulis : Zen
Editor : Thafan







Comment