TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – SUDAH menjadi tradisi, setiap perayaan HUT RI yang jatuh pada 17 Agustus pasti dimeriahkan dengan segala perlombaan. Termasuk salah satunya yang dilaksanakan oleh Ikatan Pemuda Kenanga, Jalan Brigjen Katamso, Km. 2, Tanjungpinang . Tak tanggung-tanggung, belasan jenis perlombaan mereka laksanakan tahun ini dengan melibatkan seluruh warga RT serta RW yang ada di Kenanga.
Panas menyengat seolah tak mereka rasakan. Sesembari terdengan tawa dan teriakan memberikan semangat. Suara musik juga tak hentinya terdengar dari dua buah Speaker besar di tepian lapangan mengisi kemeriahan HUT ke-68 RI.
Sorak sorai terasa lebih membahana pada saat perlombaan panjat pinang berlangsung. Terlebih ketika ujung pohon yang diatasnya bergelantungan hadiah menarik dan uang tunai sudah hampir dicapai. Meskipun demikian, suasana berlangsung tertib dan lancar. Sebab dalam hal ini, pihak panitia membagi dalam enam group. Dalam satu gropu terdiri dari enam sampai tujuh orang, sehingga dibagi dalam kelompok dengan jatah waktu lima menit untuk masing-masing tim.
Ketua panitia pelaksana, Lucky bersama ketua IPKA, M. Ishak, mengatakan perlombaan yang dilaksanakan tahun ini lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan HUT RI ke 69.
“Jadi tahun lalu kita minimalisir kegiatan karena bertepatan dengan bulan Ramadan. Tapi tahun ini karena jatuh usai lebarah, maka perlombaan lebih banyak dan lebih meriah,” jelas dia.
Lucky mengatakan, 16 perlombaan telah disediakan panitia. Tak hanya pertandingan tradisional 17-an seperti panjat pinang, lomba joget balon, dan sebagainya, namun kali ini pihaknya juga mengadakan pertandingan olahraga, diantaranya futsal mini dan ikut pertandingan bola voli yang diadakan oleh Kelurahan Tanjung Unggat.
“Kegiatan olahraga juga kita masukkan tahun ini, karena selain dapat memberikan hiburan, juga merupakan salah satu upaya peningkatan minat olahraga bagi pemuda,” tuturnya.
Bahkan, lanjut dia, kegiatan olahraga melibatkan satu warga Kenanga, sehingga dipastikan lebih semarak dan ramai peserta. Sedangkan untuk perlombaan tradisionalnya, melibatkan enam RT di lingkungan Gang Kenanga.
“Alhamdulillah pesertanya banyak, ini menandakan kalau peminat olahraga meningkat. Semoga kegiatan ini dapat meningkat di tahun mendatang, tetapi tentunya dengan dukungan semua pihak, tak terkecuali pemerintah. Karena ini juga merupakan salah satu bagian dari kegiatan yang menjadi ciri khas masyarakat kita ,” ungkapnya.
[sk]











Comment