
Berdasarkan keterangan anggota Panwaslu Tanjungpinang, Baharuddin kepada SuaraKepri.com hari Senin(13/1) bahwa hari ini sudah mulai masuk meja, kursi, komputer, printer dan sofa tamu.
“Namun belum semuanya, masih diangsur,” ujar Baharuddin. Dia menuturkan bahwa sampai saat ini DIPA APBN 2014 yang menjadi sumber pembiayaan bagi panwaslu belum diterima dari Bawaslu Kepri.
“Kita masih menunggu DIPA, baru bisa kita ketahui berapa alokasi anggaran untuk penyewaan inventaris kantor panwaslu. Untuk saat ini, kepala sekretariat panwaslu yang baru menggantikan kepala sekretariat sebelumnya belum berani menyewa inventaris tersebut,” katanya.
Saat ini, lanjutnya, pihaknya masih berpatokan dengan DIPA APBN 2013 dan itupun yang sifatnya paling penting dulu seperti meja, kursi dan komputer yang kini diusahakan kepala sekretariat yang baru dengan cara sewa terhutang disalah satu rekanan yg bersedia menyewakan.
“Selebihnya kita harus melihat di DIPA tahun 2014 ini dulu nantinya,” jelasnya. Besaran alokasi anggaran, Baharuddin dapat informasi jika alokasi APBN tahun 2014 untuk Provinsi Kepri sekitar Rp 31 miliar.
“Anggaran itu yang akan dibagikan Panwaslu kabupaten maupun kota se-Kepri termasuk juga Bawaslu Kepri tapi nilai pastinya kita belum tahu tetap menunggu DIPA APBN,” tutupnya. (Akok)
[sk]


Comment