banner 728x250

Terkait Penundaan Pelaksanaan Travel Buble, Ansar Ahmad Berikan klarifikasi

  • Share

Tanjungpinang, suarakepri.com – Mendengar adanya pemberitaan dari media di Singapura tentang penundaan pelaksanaan travel bubble oleh Pemprov Kepri. Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad , S.E., M.M gelar Konferensi Pers dengan para Wartawan Media Cetak, Elektronik dan Cyber.

Hal ini disampaikannya langsung dalam kesempatan tersebut, dengan topik pembahasan ‘Kesiapan Pemerintah Provinsi Kepri untuk menerima wisatawan mancanegara’ di Gedung Daerah, Tanjungpinang. Minggu (10/10)

banner 336x280

Gubernur Ansar mengungkapkan, bahwasanya pemberitaan tersebut tidaklah benar, dan perlu diklarifikasi dengan segera. Karena pembahasan travel bubble sudah cukup panjang, dan situasi pandemi Covid-19 di Kepri sudah jauh lebih baik, sehingga sudah waktunya dibuka kembali pintu-pintu pariwisata yang ada.

“Kita luruskan berita itu. Presiden sudah menyatakan bahwa akan segera membuka kran turis asing, baik di Bali maupun di Kepulauan Riau. Dan lebih detailnya nanti, akan ditentukan oleh Pemerintah Pusat, dimana saja yang akan didahulukan,” kata Gubernur Ansar.

Ia menambahkan. Pemprov Kepri sendiri sudah dua kali melakukan zoom meeting bersama Menteri Perhubungan dan berbagai Kementerian dan Lembaga, Dalam setiap pembahasan, tidak pernah ada pernyataan yang membahas penundaan travel bubble. Justru Pemprov Kepri mendorong agar percepatan travel bubble ini terwujud.

Dalam Rakor terakhir bersama Menteri Perhubungan (Menhub), Menhub meminta Pemprov Kepri segera menyiapkan pilot project nya terlebih dahulu sebelum menerima wisatawan mancanegara.

“Kemarin, hasil pembicaraan kita bersama Menteri Perhubungan, beberapa titik jalur wisman yang rencana akan mulai dibuka adalah Bandara Batam dan Tanjungpinang, Nongsa, Bandar Bentan Telani, Pelabuhan Tanjungpinang, Harbourbay dan Batam Center,” kata Gubernur.

Kementerian Perhubungan dan Pemprov Kepri telah sepakat untuk membuka kawasan wisata di Bintan Resort sebagai pilot project. Lokasi ini dipilih karena Bintan Resort adalah kawasan yang isolated, karena kawasan itu betul-betul tidak langsung berafiliasi ke masyarakat secara langsung.

Adapun terkait perkembangan kasus Covid-19 di Singapura, menurut Gubernur hal tersebut telah menjadi kebijakan Pemerintah Pusat dan akan segera dibahas dalam rapat terbatas.

“Mudah-mudahan besok ada keputusan, mana yang boleh dibuka dan mana belum,” pungkas Gubernur Ansar.

Tampak mendampingi Gubernur, Asisten Administrasi Umum M. Hasbi, Kadis Perhubungan Junaidi, Kadis Kesehatan M. Bisri, Kepala BPBD Budiarto, Kadis Pora Yuzet, Kabiro Pemerintahan M. Darwin, Kabiro Humas, Protokol dan Penghung Hasan, Wakasatgas Covid-19 Tjeptjep Yudiana dan Sekretaris Satpol PP Gersang.

  • Share