banner 728x250

THE STUMPS OF MANGROVE

  • Share

Karya: YOPI INDRIYANTO, Ketua Rumah Kreatif Samalayar
Aktor: Ester, Syahdan, Yovi

Sebagai wilayah kepulauan riau, tanjung pinang merupakan daerah yang memiliki ekosistem hutan bakau (mangrove) yang begitu luas,namun sebagian di antaranya rusak, alih fungsi areal hutan mangrove menjadi genangan kecemasan, sikap masyarakat yang peka atau tidak peka akan itu seolah menerima dengan lapang dada.

banner 336x280


Dengan sedikit explore imajinasi yang lahir dari suara dan tubuh keresahan. jalan kecil mengingatkan akan kenyataan.


Cinta,ketulusan,kejujuran,keberanian lahir dari tubuh bakau (mangrove).


Bakau (mangrove) adalah hadiah dari tuhan untuk di jaga dengan semestinya.

KIKIS MENGIKIS PERLAHAN TERIRIS
SENTUHAN LEMBUT MENGGERUT DI SELA SELA PERISTIWA
KAKI KAKI KEKAR TERTANCAP DI AMBANG KEHANCURAN.

Salah satu tujuan yang ingin tercapai dalam penciptaan karya teater tubuh ini adalah menciptakan kemungkinan akan tersadarnya masyarakat akan situasi lingkungan.

Sebagai suatu tantangan yang harus disikapi dengan arif dan bijaksana. Situasi ini telah membangkitkan kegelisahan yang berujung pada renungan, kegelisahan tersebut dituangkan ke dalam sebuah karya tubuh sebagai bahasa yang paling purba dan mempunyai kekuatan yang sangat besar luar biasa serta substansial. Sebagai salah satu Bahasa non verbal sebelum kata dilahirkan.


Karya ini lahir dan harus dihadirkan, berangkat dari maraknya isu lingkungan , menyikapi akan kecerobohannya manusia, yang mana tidak bisa kita pungkiri bahwasanya kita hidup berdampingan dengan alam. Melihat peristiwa lingkungan yang semakin tidak terkendali; Sampah, penebangan liar, penimbunan, pembakaran hutan, alih fungsi hutan khususnya hutan bakau ‘’MANGROVE’’.


Kita tahu sendiri bagaimana peranan besar dan penting nya hutan bakau di wilayah pesisir (kepulauan); menjaga ekosistem lingkungan, menjaga terkikisnya bibir pantai, mahkluk hidup, flora dan fauna.


Dampak dari semua itu sudah terasa, dimana dahulu mencari ikan, udang, kepiting, kerang atau bahan pangan lainnya bisa diakses dengan jarak dekat, tapi sekarang nelayan tradisional harus pergi jauh untuk mencari itu semua, belum lagi bencana banjir dan yang lainnya menghantui.


pemikiran kritis ini kami tuangkan dalam karya pertunjukan tubuh yang menawarkan pandangan baru tentang tubuh yang bukan hanya sekedar media ungkap, tetapi sebagai sebuah identitas latar hidup.

Bagaimana tubuh ini dibebaskan menjadi mandiri hadir dengan merdeka, sehingga tubuh itu sendiri menjadi peristiwa.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *