by

Tim Penilai Kredit PTK, Laksanakan Rapat Koordinasi

Penulis : -Tanjungpinang-205 views

TANJUNGPINANG, suarakepri.com – Dua Puluh Orang Tim penilai Guru di Provinsi Kepulauan Riau menggelar rapat koordinasi terkait dengan penilaian angka kredit guru untuk kenaikan pangkat yang diperoleh setelah satu tahun masa mengajar.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, dibuka tanggal 22 November 2018, di Hotel Comfort Tanjungpinang.

Penilaian kinerja guru (PKG) merupakan salah satu upaya dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku untuk menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan.

Tim penilai Guru tertuang, dalam permenpan dan RB No. 16 Tahun 2009 disebutkan bahwa setiap guru untuk dapat naik pangkat harus memenuhi persyaratan angka kredit kumulatif minimal serta angka kredit per jenjang.

“Kami saat ini kekurangan tim penilai, seperti di Anambas dan Natuna itu tim penilainya hanya 1 di setiap kabupaten. Jadi, sebanyak guru yang mengajar di kabupaten itu hanya 1 orang pengujinya,” kata Delfa ketua BKN.

Dijelaskan Delfa, jabatan guru adalah fungsional, jadi ketika seorang guru ingin naik jabatan harus menghitung total nilai kredit yang ia dapatkan sudah memenuhi persyaratan atau belum cukup.

“Seperti guru ingin naik pangkat 3A ke 3B, jumlah kreditnya harus 150, maka apa bila tidak memenuhi poin kredit maka, di tahun depan harus terpenuhi,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, untuk menjadi seorang tim penilai harus memiliki sertifikat Penilai, dan dalam rapat koordinasi menilai guru mereka mengundang perwakilan BKN dan BKD guna meningkatkan kualitas penilaian para guru yang ingin naik pangkat.

“Guru mempunyai hak kenaikan pangkat sesuai dengan angka kredit yang telah ditentukan. Penetapan angka kredit (PAK) guru dihitung berdasarkan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit Guru (DUPAK) yang diusulkan oleh guru, yang kemudian di nilai dan di evaluasi oleh Tim Penilai” ucapnya.

Perhitungan angka kredit baik dalam PAK maupun DUPAK masih menggunakan cara manual, sehingga baik guru maupun tim penilai harus menghitung setiap unsur angka kredit berdasarkan rumus yang telah ditentukan dengan cermat dan teliti. 

“Jadi saya harapkan, para guru harus sudah bisa secara mandiri untuk mengisi SKP bulanan yang nantinya akan disinkronkan dengan penerapan angka kredit dari tim penilai,” tutupnya.

Comment

Berita Lainnya