Tanjungpinang, SuaraKepri – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah resmi menutup acara Festival Pulau Penyengat (FPP) tahun 2016, Rabu (24/2) di Pulau Penyengat.
Disaat pidato sambutan guna penutupan FPP, Lis mengucapkan terimakasih kepada para tamu undangan yang hadir dan juga kepada masyarakat yang telah antusias meriahkan FPP dengan 23 item perlombaan.
Ia sedikit kesal karena Pejabat Eselon II banyak yang tak hadir di acara penutupan tersebut.
“Ini gak banyak kelihatannya. Pada aktifitas atau memang tak hadir,” kata Lis ketika mempertanyakan kehadiran Pejabat Eselon II.
Tak lama kemudian, terlihat beberapa Camat, Lurah, dan Kepala SKPD memasuki lokasi acara dengan terburu-buru disaat Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah berpidato selang beberapa menit.
Penutupan berlangsung di halaman Balai Adat Pulau Penyengat disaat hujan lebat mengguyur sekira pukul 10:00 WIB. Festival Pulau Penyengat (FPP) ini merupakan event akbar Kepariwisataan dengan menghabiskan anggaran milyaran Rupiah antara Kementerian Pariwisata dengan Pemko.
Lis memberikan beberapa catatan penting dalam hal penyelenggaraan festival tersebut bagi Pemko Tanjungpinang. Salah satunya dalam sambutan penutupnya bahwa perencanaan suatu event hendaknya memperhatikan kondisi cuaca.
Mengingat FPP yang berlangsung sejak 20 Februari 2016 tersebut diguyur hujan yang berdampak pada rubuhnya tenda utama. Sehingga, simbolis pembukaan yang diresmikan oleh Deputi Pengembangan Pariwisata Nusantara Kemenpar RI, Esthy Reko Astuti, terpaksa dialihkan ke dalam Balai Adat.
Event Kepariwisataan yang dijanjikan Kemenpar untuk dijadikan agenda rutin tahunan apabila dinilai sukses, memberikan motivasi bagi Pemko Tanjungpinang untuk mengemas kembali event jadi lebih baik lagi.
“Kalau FPP ini jadi agenda rutin Kementerian, di tahun depan kita kemas lebih baik lagi,” katanya, Rabu (24/2).
Menurut Lis, minimal dengan adanya FPP telah memberikan beberapa perubahan di Pulau Penyengat. Terlihat pada sektor ekonomi kerakyatan termasuk peluang promosi Kepariwisataan bagi Kota Tanjungpinang, khususnya Pulau Penyengat.
“Antusias masyarakat Pulau Penyengat sangat dibutuhkan guna mensukseskan acara FPP. Tanpa dukungan dan antusias masyarakatnya, acara FPP tidak akan berjalan dengan baik. Ini semua dikemas untuk mempromosikan Pulau Penyengat, dan juga meningkatkan sektor ekonomi kerakyatan di pulau ini,” tutup Walikota Tanjungpinang.
Selain Walikota, acara penutupan FPP dihadiri Kapolres Tanjungpinang, FKPD Tanjungpinang, Perwakilan Dandim, Danlanudal, Danwing, Sekda Tanjungpinang, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tanjungpinang, Kepala Disparbud, Pejabat Eselon II Pemko Tanjungpinang, Kepala Sekolah, Guru, Camat dan Lurah.
[sk]







Comment