Bintan, SuaraKepri.com – Kegiatan doa bersama dan penyerahan bantuan tali asih bagi Lanjut Usia (Lansia) di Pulau Poto, Kampung Tenggel, Desa Kelong, pada hari Selasa (23/9), memakan korban. Kegiatan ini diinformasikan juga mendapat penolakan dari beberapa perangkat desa Kelong dan masyarakat.
Berdasarkan undangan, kegiatan itu dilaksanakan pada pukul 09.00 Wib, Selasa pagi dan masyarakat lansia desa Kelong serta masyarakat sudah bergerak 07.00 dan 08.00 pagi menggunakan transportasi laut milik mereka.

“Kegiatan itu tak wajar dilakukan di lokasi jauh dan kami kategorikan masih di ‘Tengah Hutan’. Kenapa tak dilakukan di Balai Desa atau di Kampung Tenggel yang masih ramai penduduk,” ujar Mustofa Bisri Al’amin, salah satu perangkat desa atau Ketua RW 01 Desa Kelong yang ikut menolak hadir kegiatan itu.
Lanjutnya, ia dan Ketua RW 03 Desa Kelong, sangat memikirkan warganya yang dalam kategori sudah Lansia dilibatkan. Karena kondisi Lansia itu tidak memungkinkan untuk hadir dan tidak layak hadir.
“Dan secara tegas, saya dalam rapat desa, belum menyetujui kehadiran PT. BAI di Desa Kelong, hal ini juga disetujui oleh Ketua RW. 03, Pak Mustaqim yang kampung Tenggel bersepadan langsung dengan Pulau Poto. Karena kesepakatan antara masyarakat dan PT. BAI belum ada titik temu, karena masyarakat harus dapat dampak positif yang bisa menjadi pegangan dan bukan dampak negatif,” tegas Tofa, sapaan akrabnya.
Nah, lanjutnya, akibat adanya kegiatan yang dipaksakan, masyarakat Kelong akhirnya menjadi korban.
“Ya, salah satu warga kami jadi tumbang dan jatuh pingsan. Orang tua itu sudah hadir pagi hari sekitar Pukul 07.00 Wib, sementara setelah pukul 09.00 Wib acara belum juga dilaksanakan. Acara dan kegiatan pun selesainya hingga Pukul 16.00 sore, baru mereka bisa pulang,” jelasnya.
Kepala Desa (Kades) Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Alimin membenarkan adanya masyarakat yang hadir jatuh pingsan di lokasi acara.
“Benar, saya juga mendapatkan informasi itu. Dan saya jelaskan bahwa, orang tua itu infonya fisik dan kondisinya sedang lemah. Sementara para lansianya masih dalam keadaan sehat walafiat dan bisa mengikuti kegiatan sampai selesai,” ujar Alimin, Rabu pagi (24/9), ketika menghubungi SuaraKepri.
Tambah Alimin, kegiatan yang dilaksanakan di Pulau Poto itu adalah permintaan dari pemilik PT BAI, Santoni. “Beliau meminta agar kegiatan itu dilaksanakan di lokasi beliau, agar para tamu undangan dari Jakarta dapat melihat langsung kondisi persiapan PT. BAI di Pulau Poto,” ungkapnya.





Comment