Promo FBS
FBS Reliable Broker
Nasional

Aheng: Satu Hati, Satu Komando

751
×

Aheng: Satu Hati, Satu Komando

Sebarkan artikel ini
Ketua KONI Kabupaten Kuantan Singingi, Andi Cahyadi alias Aheng (kanan) bersama Sekretaris Umum Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Pekanbaru (kiri) Arman Lingga Wisnu pada acara Pekan Olahraga Provinsi Riau di Kuantan Singingi./F.Ist

Di Balik Suksesnya Porprov X Riau di Kuantan Singingi

ULET dan pintar melobi. Ngomongnya satu-satu. Pendengar tapi pejuang yang tangguh. Pantang menyerah. Jikalau masih dilihatnya ada jalan untuk sukses, ia tak akan mundur setapak pun mengejarnya.

Itulah kesan pertama bertemu dengan Aheng – sapaan akrab Andi Cahyadi. Pria kelahiran Sungai Pinang, Hulu Kuantan 44 tahun silam kini dipercaya sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Keberhasilan Kontingen Kuantan Singingi meraih sukses dan prestasi tak lepas dari tangan dinginnya. Namun ia selalu merendah.

“Itu keberhasilan bersama – keberhasilan masyarakat Kuantan Singingi.”

Sekretaris Umum Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Arman Wisnu Lingga menyebut, Aheng sudah membuktikan “Tri Sukses” untuk Kuantan Singingi:

Pertama: sukses sebagai tuan rumah.

Kedua: sukses mengikuti semua cabang olahraga.

Ketiga: sukses sebagai runner up.

Apa kunci sukses Kepada Arman Wisnu Lingga, Aheng mengatakan: “Sebenarnya kalau kita (pengurus) sejalan dan tujuan sama untuk menaikan marwah insan olahraga di Kuantan Singingi pasti tercapai.”

“Kebetulan seluruh pimpinan Cabor dan jajaran tetap satu komando mengejar prestasi saling dukung dan tetap kompak, Bang Arman,” tambahnya.

Kemampuan Aheng membangun tim yang solid mendapat pujian mendapat pujian. Sejak pelaksanaan Porprov di Riau, baru pada Porprov ke-10 tahun ini (2022) Kuantan Singingi berhasil meraih posisi runner up (juara 2) dari 10 kabupaten dan 2 kota di Provinsi Riau. Prestasi ini di luar eksepetasi banyak orang.

Pada ajang “bergengsi” tersebut Bengkalis tampil hattrick sebagai juara umum. Disusul Kuantan Singingi sebagai runner up dan Pekanbaru menduduki peringkat ke tiga.
Bengkalis yang tampil sebagai juara umum berhasil mengoleksi 260 mendali (94 emas, 76 perak dan 90 perunggu). Posisi kedua Kuantan Singingi dengan 224 (82: 69: 73). Di posisi ketiga Pekanbaru 182 mendali (55: 62: 65).

Kuantan Singingi patut berbangga. Apalagi atlet yang ikut lomba itu adalah atlet lokal dari Kuantan Singingi sendiri. Tak ada atlet “jemputan” dari luar. Di sinilah kelebihan Aheng yang mungkin perlu menjadi pelajaran bagi Aheng selanjutnya.

Salah seorang rekan Aheng di KONI Kuantan Singingi Syahrial mengatakan, “Aheng adalah sosok pekerja keras, bersahaja dan jago lobi. Sulit mencari orang seperti Aheng.”

Syahrial menyebut prestasi yang diraih atlet Kuantan Singingi merupakan langkah awal untuk menuju kesuksesan. “Mari terus berlatih. Mari persiapkan diri untuk menyongsong PON yang akan dilaksanakan di Medan dan Aceh.

Di balik nama Aheng

Arman punya cerita sendiri dibalik nama Aheng. Entah benar atau tidak, yang penting kita percaya diri dululah.

“Orang Hulu Kuantan itu memang banyak yang bermata sipit.”

“Abang kan ba itu juo,” ujar Arman

Secara kekerabatan rupanya mereka hubungan erat. Orang tua Aheng, merupakan mamak (paman) dari Arman.

“Aheng bako abang tu adinda, anak mamak.”

Versi lain, asal mula Aheng muncul saat menjadi kuli garuk aspal di bagan Siapi-api Rokan Hilir. Wktu itu banyak pekerja di Bagansiapi-api etnis keturunan Tionghoa. Akhirnya bos PT Trifa Abadi ngasih nama Aheng. Dan nama itu lengket sampai sekarang.

Di perusahaan yang banyak bergerak dalam pengaspalan jalan itu karier Aheng bermula dari bawah. Dimulai dari kuli garuk.

Ketekunan dan kerja keras akhirnya mengantarkan Aheng jadi operator. Sebelum meninggalkan PT Tripa Abadi, ia sempat memegang hanatan Direktur. Ya, sebuah jabatan impian banyak orang.

Cerita unik itu dibenarkan sahabat Aheng di KONI, Syahrial. Andi itu pernah kerja di Bagansiapi-api, Rokan Hilir. “Ke Kuantan Singingi cari Andi Cahyadi orang tidak akan tahu. Tapi kalau cari Aheng KONI semuanya pada tau. Tak percaya please. Nama Aheng itu rupanya membawa hoki.

Sejak aktif mengurus KONI Kuantan Singingi membantu Aheng, rupanya pria kelahiran Pulau Komang Sentajo itu kini sudah rajin belajar Bahasa Inggris.

“Untuk jaga-jaga,” katanya. “Dulu daerah kita (Kuantan Singingi) terkenal dengan “Kota Pendidikan” sekarang tambah lagi “Kota Olahraga,” tambahnya lagi.

“Kalau nanti pemain kelas dunia sekaliber Lionel Messi (Argentina) dan Ronaldo (Portugal) ke Kuantan Singingi, kita kan sudah punya modal Bahasa Inggris. Hahahahaha,” ujarnya tersenyum.

Lalu apa beda Aheng dengan Aliang di Kuantan Singingi.”

“Itu saya no commentlah,” tambah Syahrial.

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat