Jabar, suarakepri.com – Hangat diperbincangkan, Masjid Raya Al Jabbar Provinsi Jawa Barat (Jabar) di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung bakal segera diresmikan pada Jumat, 30 Desember 2022 mendatang.
Perlu diketahui, berdasarkan pengakuan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Masjid Raya Al Jabbar ini di desain langsung olehnya pada tahun 2015, sewaktu ia menjabat sebagai Wali kota Bandung.
Sedangkan filosofi pengambilan Nama Al-Jabbar dipilih karena merupakan salah satu dari Asmaul Husna, dan memiliki kesamaan dengan akronim Jabar yang berasal dari kata Jawa Barat
Alasan dipilihnya kawasan Gedebage sebagai tempat pembangunan Mesjid Raya tersebut dikarenakan lokasinya memang direncanakan sebagai Central Business District (CBD) yang baru di masa depan.
Selain itu, ia juga menginginkan agar kedepannya dapat menjadi sebuah Icon yang nantinya akan menjadi pusat peradaban Islam di Nusantara. Sebuah masjid raya yang fenomenal dengan nama Masjid Raya Al-Jabbar.
Ridwan Kamil juga menerangkan, Masjid Raya ini nantinya bisa menampung hingga 50 ribu orang kalangan jamaah, dan diprediksi akan ada 7.000 orang yang menghadiri pada saat peresmian Masjid Raya Al Jabbar.
Setelah Masjid ini nantinya berdiri, pemerintah daerah akan membiayai selama dua hingga tiga tahun kedepan dengan menggunakan APBD. Selanjutnya ia berharap agar Masjid Raya ini dapat mandiri.
“Kedepannya, kami akan mengkonsepkan agar ini mandiri. Seperti rumah sakit pendapatannya nggak usah masuk APBD dulu tapi langsung dipakai untuk operasional. Konsepnya juga harus seperti Masjidil Haram,” ujar Ridwan Kamil pada saat meninjau Masjid Al Jabbar, Senin (26/12). Dilansir dari JPNN.com
Masih sambungnya. Saat ini pengelolaan Masjid Al Jabbar sudah dibentuk. Yakni, Ketua DKM nya Gubernur Jabar sebagai exoficio, Wakil Ketua DKM adalah Wakil Gubernur, dan Ketua Harian Sekda Provinsi Jabar. Serta pengurusnya perwakilan 27 aktivis muslim rekomendasi MUI di tempat masing-masing.
“Masjid ini nanti ada kegiatan ekonomi yang terletak dibawah museum, terdapat juga bazar di alun-alun, foodcort, perahu di kolamnya. Bagi yang mau pre-wedding juga boleh tapi berbayar, karena harus ada nilai ekonominya supaya masjid ini mandiri,” pungkasnya.
Ia juga berharap, dengan kehadiran Masjid Raya Al Jabbar Provinsi Jawa Barat dapat menjadi pelengkap aktifitas bisnis di kawasan ini.
“Semoga kedepannya Masjid Raya ini dapat menjadi bagian dari sebuah pelayanan dari kota untuk warganya supaya membentuk diri dan membina generasi mendatang menjadi generasi yang berilmu dan bertaqwa, serta mengapresiasi dan mempelajari event keagamaan dengan baik,” harapnya.

Comment