Oleh Yuri Indriyani
Mahasiswi : Universitas Maritim Raja ali Haji, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan
Pengelolaan perikanan adalah semua upaya, termasuk proses yang terintegrasi dalam pengumpulan informasi, analisis, perencanaan, konsultasi, pembuatan keputusan, alokasi sumber daya ikan, dan implementasi serta penegakan hukum dari peraturan perundang-undangan di bidang perikanan, yang dilakukan oleh pemerintah atau otoritas lain yang diarahkan untuk mencapai kelangsungan produktivitas sumber daya hayati perairan dan tujuan yang telah disepakati.
Pengelolaan perikanan sangat penting untuk dilakukan dan perlu diterapkan dengan konsep berkelanjutan. Hal tersebut dikarenakan munculnya permasalahan kompleks antar pemangku kepentingan (stakeholder) yang saling berhimpitan, tantangan dalam pengelolaan perikanan yang masih memerlukan perhatian dan indikator lainnya yang berpotensi mempersulit kinerja dalam melakukan pengelolaan perikanan.
Konsep yang berjalan saat ini hanya melaksanakan pendekatan secara satu arah, sedangkan komponen yang diperlukan dalam mewujudkan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan memerlukan konsep yang terintegrasi, multi disiplin ilmu, sinergitas antar sektor (tujuan ataupun sasaran pengelolaan) dan kerjasama antar stakeholder.
Oleh karena itu, pengelolaan perikanan tidak hanya menggambarkan produktivitas sumber daya hayati di lingkungan perairan secara temporal namun dapat memberikan gambaran produktivitas sumber daya hayati secara menyeluruh.
Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) atau pengelolaan perikanan berdasarkan pendekatan ekosistem dapat diaplikasikan agar tercapainya perikanan berkelanjutan. EAFM mengadopsi konsep bahwa ekosistem perairan harus dimanfaatkan secara optimal serta berkelanjutan dengan menganggap bahwa sistem perikanan tersebut tidak hanya mencakup lingkungan, tetapi juga komponen lainnya yang terlibat dalam pengelolaan perikanan yaitu manusia, sosial, ekonomi dan tata kelola yang baik.
Komponen tersebut saling mempengaruhi satu sama lain sehingga hal yang mempengaruhi dan dipengaruhi harus dibahas secara menyeluruh dalam satu kesatuan utuh yang terintegrasi. Keberadaan EAFM mulai diperkenalkan kepada seluruh masyarakat dan penting untuk diingat bahwa EAFM bukanlah suatu sistem pengelolaan sederhana yang dapat diiplementasi dengan mudah. Oleh karena itu, dalam prosesnya diperlukan pemahaman bahwa 1 misi dan 1 visi mutlak ada demi keberlanjutan EAFM.
Luas wilayah Kepulaun Riau yang didominasi oleh perairan memerlukan pengelolaan manajemen yang baik agar sumber daya yang terdapat di dalamnya dapat berlkelanjutan di masa mendatang. Untuk itu perlunya pengelolaan berbasis ekosistem (EAFM), agar keseimbangan antara keberadaan sumber daya dan pemanfaatannya dapat terjaga.
Implementasi EAFM di Kepulaun Riau bukanlah hal mudah, namun tidak mustahil untuk dilakukan. Implementasi EAFM memerlukan perencanaan regulasi/ kebijakan, strategi, manajemen yang telah dianalisa dan dikaji lebih lanjut. Kebijakan yang diterapkan mampu menyatukan tujuan pemerintah atau stakeholder tanpa memihak dan berat sebelah.
Selain itu koordinasi serta 1 visi dan 1 misi perlu ditekankan. Untuk perencanaan strategi diharapkan mendukung atau sejalan dengan kebijakan yang telah ada dan untuk perencanaan manajemen mencangkup seluruh awal sampai akhir perencanaan implementasi EAFM.
Setiap poses perencanaan akan lebih baik diakhiri dengan monitoring, evaluasi dan data yang digunakan merupakan data valid. Pelaksanaan EAFM perlu didasari kajian ilmiah yang mendukung agar dapat mewakili aspek sumber daya yang akan dianalisis.
Implementasi EAFM ini akan lebih baik diakhiri dengan adanya aktivitas pelatihan dan pendidikan bagi nelayan serta stakeholder terkait yang ada di Kepulaun Riau agar pengelolaan perikanan dapat dilaksanakan secara optimal dan sebagai bukti bahwa nelayan serta stakeholder terkait memahami konsep EAFM.
Sehingga kedepannya sektor perikanan di Kepulaun Riau akan terjaga dan terarah dalam pengelolaanya karena pemangku kepentingan dan pelaku usaha sudah memahami EAFM.







Comment