banner 728x250

Indonesia Darurat Narkoba bukan hari ini!

  • Share


Oleh : Hamas Muslim Suni, S.Sos

Penulis Adalah Ketua Umum GARAKA KEPRI (Gerakan Anti Narkotika)

banner 336x280

Indonesia darurat narkoba bukan hari ini, melainkan sudah semenjak tahun 1971. Maka wajar kemudian dari tahun ke tahun bukannya menurun perilaku konsumtif warga masyarakat terhadap narkoba, melainkan terus meningkat. Nyaris tidak terlewatkan seluruh elemen masyarakat, terutama kalangan muda. Secara sederhana pada garis stratifikasi mulai dari kelas tinggi, menengah hingga terendah atau kalangan kelas bawah.

Sementara pada garis differensiasi amat sangat beraneka ragam pengguna konsumtif narkoba, mulai seniman, aparatur negara hingga kalangan terpelajar bahkan sampai ke kelas sosial pemulung. Begitu halnya dengan daerah, narkoba telah mengisi dan menghiasi seluruh entitas baik itu kota, semi kota bahkan perkampungan dan pegunungan.


Selain sebagai dampak dari murah dan meriahnya serta derasnya arus teknologi informasi, resiko zaman sekarang adalah seluruh dunia terintegrasi dalam tatanan global, maka tidak menjadi aneh kemudian perilaku konsumtif masyarakat terhadap penggunaan narkoba semakin menjadi.

Akses cepat, paling akurat hingga dalam ambang batas tertentu sekaligus lintas batas negara—media online. Dengan gawatnya peredaran narkoba, sekarang bukan lagi bencana kesehatan mentalitas, melainkan sudah menjadi bencana kemanusiaan dengan tingkat kompleksitas yang sangat tinggi. Apa yang sangat dikhawatirkan dari bencana kemanusiaan narkoba adalah membuat masyarakat yang kuat menjadi lemah dan yang lemah bertambah semakin lemah.


Berdasarkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pada tahun 2002 berdiri Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kehadiran BNN tidak menjadikan sepi peredaran dan penggunaan narkoba, melainkan sebaliknya menjadi lebih garang dari sebelum adanya BNN.

Hal yang lebih menarik lagi dengan adanya layanan rehabilitasi bagi pengguna narkoba, tidak juga mengurangi tensi konsumtif masyarakat terhadap narkoba, tetapi justru semakin meningkat.


Ada sekitar 100 jenis ekstacy dan jenis narkotika lainnya di dunia dan 30 jenis sudah beredar lama di Indonesia. Ini berarti menunjukan sudah 30% obat terlarang beredar dan meracuni anak bangsa.

Perilaku konsumtif narkoba sudah benar-benar gawat, mengingat konsumsi sudah terjadi dikalangan remaja awal usia rentang sekitar 11 tahun sampai dengan 14 tahun. Remaja menengah rentang usia sekitar 14 tahun sampai dengan 17 tahun dan remaja akhir rentang usia sekitar 17 tahun sampai dengan 20 tahun.


Dengan demikian, sangat jelas bahwa rentang usia tersebut merupakan usia produktif dini yang rentan atau masa-masa penentuan jati diri. Maka perilaku sosial narkoba senantiasa beragam bisa merupakan tarikan dari luar (faktor eksternal) atau dorongan dari dalam (faktor internal). Selain itu, merupakan dampak dari adanya faktor penarik (pull factors) atau juga faktor pendorong (push factors).


Selain hal tersebut di atas, hal yang lebih signifikan lagi adalah pemulihan. Para pecandu narkoba segera dipulihkan melalui rehabilitasi. Panti rehab membantu para pecandu untuk lepas dari ketergantungan atau kecanduan dari penyalahgunaan narkoba.

Namun demikian, dari sifat atau watak ketergantungan para pecandu terhadap penggunaan dan penyalahgunaan obat amat sangat sulit untuk pulih secara total.

Dalam setiap tahunnya kurang lebih ada sekitar 18 ribu orang yang direhabilitasi sebagai korban penyalahgunaan narkoba. Dari jumlah tersebut 80% setelah menjalani rehabilitasi ternyata kembali lagi menggunakan narkoba. Mantan pecandu napza yang sudah beralih ke penggunaan zat desainer (napza alternatif).

Selain banyaknya pengguna dan pecandu yang ketergantungan terhadap napza juga sangat bervariasi, yaitu mulai dari pekerja yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga kalangan remaja muda.


Sedangkan urgensi saat ini adalah terletak pada sebuah upaya bersama dalam memutuskan mata rantai ketergantungan mantan pecandu napza terhadap konsumsi zat desainer.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *