Promo FBS
FBS Reliable Broker
BatamOpini

Kampung Tua Telaga Punggur: Permata Terancam di Timur Laut Batam

3074
×

Kampung Tua Telaga Punggur: Permata Terancam di Timur Laut Batam

Sebarkan artikel ini
Sumber Foto: www.etarahayu.com

Oleh: Thafan Casper
Redaksi dan Kepala Perwakilan Bintan

Batam, kota industri yang identik dengan modernitas dan kesibukan, menyimpan sebuah harta karun berupa Kampung Tua Telaga Punggur. Permukiman yang telah berdiri sejak era Hindia Belanda ini menjadi saksi bisu perjalanan sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, di balik pesona dan nilai historisnya, kampung ini kini menghadapi ancaman nyata akibat konflik lahan dan dilema pembangunan.

Data dari Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPPM) pada tahun 2016 menunjukkan adanya perbedaan catatan luas wilayah Kampung Tua Telaga Punggur antara Pemerintah Kota Batam (54 hektar) dan Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam (5,37 hektar). Perbedaan signifikan ini seolah mengisyaratkan adanya ketidakpastian status lahan yang kelak memicu konflik.

Terlepas dari permasalahan administratif, Kampung Tua Telaga Punggur masih mempertahankan pesona alamnya. Hutan bakau yang mengelilingi kampung tidak hanya menjadi rumah bagi flora dan fauna, tetapi juga benteng alami yang melindungi daratan dari abrasi. Masyarakat setempat pun masih memegang teguh tradisi dan kearifan lokal, tercermin dari rutinitas upacara adat dan produksi jajanan tradisional yang menjadi daya tarik wisata.

Namun, keharmonisan ini terusik ketika pihak pengusaha dengan izin BP Batam berencana mengalihfungsikan lahan kampung menjadi kawasan industri. Laporan Antara News tahun 2023 mengungkapkan bahwa sengketa lahan ini memaksa sebagian warga untuk pindah dengan ganti rugi, sementara sebagian lagi memilih bertahan. Hal ini menimbulkan pertanyaan atas kinerja BP Batam dalam pengalokasian lahan, mengingat sebelumnya area ini berstatus sebagai kampung tua.

Konflik kepemilikan lahan ini menambah rumitnya dilema yang dihadapi Kampung Tua Telaga Punggur. Di satu sisi, pembangunan industri dapat membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja baru. Namun di sisi lain, alih fungsi lahan dan pembangunan infrastruktur industri mengancam kelestarian lingkungan, budaya, dan kearifan lokal yang telah dijaga selama bertahun-tahun.

Terlepas dari segala konflik dan dilema, Kampung Tua Telaga Punggur masih memiliki harapan. Potensinya sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya dapat menjadi solusi yang mengakomodasi kepentingan berbagai pihak, sembari tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Namun, hal ini hanya dapat terwujud dengan perencanaan yang matang dan pelibatan masyarakat lokal dalam setiap pengambilan keputusan.

Kampung Tua Telaga Punggur layak dijaga sebagai permata di timur laut Batam. Keberadaannya tidak hanya penting sebagai jembatan yang menghubungkan generasi masa kini dengan akar sejarah dan budaya mereka, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian dalam pembangunan berkelanjutan. Dengan upaya terkoordinasi dan niat baik dari semua pihak, kita berharap Kampung Tua Telaga Punggur dapat terus bersinar, tak tergerus oleh konflik lahan dan dilema pembangunan.

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat