Promo FBS
FBS Reliable Broker
TanjungpinangWisata

Ekowisata Memikat di Hutan Lindung Bukit Kucing Kota Tanjungpinang

718
×

Ekowisata Memikat di Hutan Lindung Bukit Kucing Kota Tanjungpinang

Sebarkan artikel ini
Lokasi didalam wisata Hutan Lindungi Bukit Kucing Kota Tanjungpinang./Rizal

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com –  Kota Tanjungpinang, dengan keindahan alamnya, memilki tempat wisata ekowisata yang luas, terletak di Hutan Lindung Bukit Kucing. Hutan ini bukan hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga merupakan kawasan yang dilindungi.

Posisi Hutan Lindung Bukit Kucing yang berada di tengah Kota Tanjungpinang telah dikenal sejak Kerajaan Lingga – Johor Riau hingga saat ini.

“Selain tempatnya berada pusat kota, Hutan Lindung tempat wisata ini juga berfungsi sebagai serapan air, konservasi satwa dan rekreasi,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Pariwisata Kepri, Supriyadi, S.Ag.

Kawasan Wisata Hutan Lindung Bukit Kucing letak geografisnya berada di tengah dan pada bagian tertinggi dari Kota Tanjungpinang, menempatkan kawasan tersebut sebagai salah satu daerah tangkapan air yang sangat penting bagi DAS Jang dan DAS Ular di Pulau Bintan.

Hutan Lindung Bukit Kucing memiliki luas lahan 54,4 hektare. Areal yang luas dan dikelola dengan baik menjadikan hutan lindung itu menjadi ekowisata yang sering dikunjungi masyarakat.

Dengan luas lahan mencapai 54,4 hektar, Hutan Lindung Bukit Kucing menjadi pemandangan hijau yang mengimbangi perkembangan kota. Terletak di tengah dan pada bagian tertinggi Kota Tanjungpinang, kawasan ini memiliki peran vital sebagai daerah tangkapan air penting bagi DAS Jang dan DAS Ular di Pulau Bintan.

Selain menjadi paru-paru kota, Hutan Lindung Bukit Kucing juga menawarkan pengalaman ekowisata yang unik. Pengunjung dapat merasakan keindahan alam bebas dengan atmosfer hijau yang membawa kesan seolah tidak berada di tengah kota.

Lokasi Sebelum memasuki Kawasan wisata Hutan Lindung Bukit Kucing Tanjungpinang./RIZAL

Dalam eksplorasi lebih dalam, pengunjung akan menemukan jejak sejarah, seperti bendungan air yang merupakan peninggalan Jepang dan masih digunakan warga sebagai sumber air bersih. Batu Menangis, sumber air utama bagi penduduk setempat, juga menjadi daya tarik tersendiri dengan debit air yang bervariasi sepanjang musim.

Menurut warga setempat Kiki, mengatakan memang benar kawasan hutan lindung ini masih hutan dan menjadi daya tarik, khususnya bagi masyarakat baik dalam maupun luar.

” Kalau kita masuk dan berekreasi disini ke hutan lindung Bukit Kucing, seperti halnya berekreasi ke alam bebas yang masih terbuka hijau. Jika sudah memasuki areal hutannya lebih dalam, pengunjung seakan sedang tidak berada di tengah-tengah perkotaan,” kata Kiki.

Karena dikatakannya, ketika berkunjung dan masuk dikawasan hutan ini terdapat sumber air bersih bagi masyarakat setempat, namanya batu belah atau nama lain batu menangis.

” Batu Belah atau batu Menangis ini merupakan sumber air bersih yang digunakan bagi warga setempat ketika musim kemarau karena airnya tak pernah habis digunakan, ” ucapnya.

Tidak hanya itu, Hutan Lindung Bukit Kucing juga terdapat pemakaman kuno Tionghoa sebagai bukti sejarah keberadaan warga pada masa lalu. Dari segi konservasi, hutan ini menjadi habitat beragam jenis burung, serangga, reptil, dan mamalia, menjadikannya penting dalam menjaga ekosistem. (Rizal).

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat