Tanjungpinang, SuaraKepri – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau kembali menggelar Kemah Pemuda Kebihnekaan 2018 selama tiga hari kedelapan dimulai pada hari Jum’at, 13-15 Juli 2018.
Kegiatan yang berlangsung bertempat di Pondok Nabila JL. Tanjung Siambang, Kelurahan Dompak, Kota Tanjungpinang, tersebut diikuti 112 pemuda dan pemudi.
Cara kemah yang bertemakan “Satukan Perbedaan” tersebut dibuka secara resmi oleh Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza yang diwakili Kepala Dispora Tanjungpinang Djasman.
Dalam kesempatannya, Raja Ariza menyampaikan atensinya atas terselenggaranya kemah pemuda kebhinekaan itu.
Ia mengharapkan dengan adanya kegiatan kemah pemuda tersebut diharapkan dapat menjadi wadah yang efektif untuk merajut dan memperkuat spirit ke-indonesia-an pemuda di tengah realitas kehidupan masyarakat yang beraneka ragam suku ras dan agama.
Dia berpendapat, perbedaan suku, ras dan agama serta kebudayaan tidak untuk dipersoalkan, karena dapat menimbulkan intoleransi, perbedaan itu semua merupakan modal dan kekayaan bangsa indonesia.
“Pemuda diharapkan mampu bertanggungjawab untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI serta mengamalkan nilai-nilal yang terkandung dalam pancasila, agar tercipta kedamaian kesejahteraan dan kerukunan antar sesama,” ujarnya.
Selain itu, tujuan diadakannya kemah pemuda ini selain mempererat silaturahmi juga merupakan upaya untuk menumbuhkembangkan sadar budaya dan self awereness, agar para pemuda tau bahwa disamping budaya suatu suku ada budaya suku lain yang juga harus dihargai.
“Dengan demikian akan timbul sikap saling toleransi dan dapat hidup berdampingan dalam suasana aman dan tentram,” ungkapnya.
Sementara Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Tanjungpinang, Hermawan menjelaskan tahapan pelaksanaan Kemah Pemuda Kebhinekaan 2018 tersebut diisi dengan beragam perlombaan dan penyuluhan.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan mengikuti lomba senam poco-poco, lomba hasta karya, lomba pentas seni, outbond dan lomba yel-yel.
“Kegiatan ini nantinya yang akan diperlombakan di Jambore Pemuda Indonesia di tingkat Nasional,” katanya.
Sementara penyuluhan tentang bahaya narkoba para peserta akan mendapatkan materi dan pembelajaran dari narasumber dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan dari Dispora Tanjungpinang.
“Pematarinya dari Tokoh Masyarakat, pak Fengki Fesinto, Kepala Bidang Pemuda Dispora Tanjungpinang Hermawan, dan Hengki Gunawan selaku Tokoh Pemuda,” ungkapnya.
Ia mengharapkan, dengan diadakanya kegiatan tersebut peserta dapat menyerap, menggali, menjabarkan sekaligus mempraktekkan makna hidup rukun dan bersatu di antara sesama anak bangsa.
Dengan demikian maka akan terwujud ketenteraman di tengah-tengah masyarakat sekaligus tercipta masyarakat yang maju dan bermartabat serta menjamin tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kemah pemuda juga merupakan ajang pertemuan bagi pemuda untuk berbagi, mengembangkan diri dan meningkatkan kapasitas dirinya untuk kemudian kembali ke komunitas masing masing guna menyebarluaskan pengalaman yang berharga ini,” ungkapnya.
Penulis : Erial






Comment