Natuna, SuaraKepri.com – Suasana malam di Kota Ranai tampak berbeda jika dibandingkan dengan malam sebelumnya. Jalanan Kota yang biasanya hanya di terangi Lampu Penerangan Jalan (LPJ), kini tampak indah dengan di pasangnya lampu Colok di sepanjang jalan.
Seperti pantauan Suara Kepri beberapa hari yang lalu, tampak berjejer rapi lampu colok di Jl. Soekarno Hatta tepatnya di POS Lantas Pantai Kencana, selain itu ada juga rangkaian lampu colok berbentuk masjid yang dipasang oleh Anggota Polantas Res Natuna.
Pemasangan Lampu Colok ini merupakan cara pemuda Ranai dalam mestarikan warisan para leluhur dalam memeriahkan Bulan Suci Ramadhan. Tradisi Lampu Colok ini sering di lakukan pada waktu akhir bulan puasa tepatnya malam ke 27 atau yang sering di sebut Pitulikur.
Lampu Colok dengan wadah dari kaleng dan bambu disertai sumbu di minyak solar dicampur minyak tanah, kini khususnya Kota Ranai indah dengan lampu-lampu memadatai ruas jalan.
Sehingga nuansa bulan suci Ramadhan 1440 H semakin kental dengan budaya Melayu di wilayah perbatasan Kabupaten Natuna.

Buyak, salah satu warga Ranai juga sebagai satuan personil Lantas Polres Natuna saat di konfirmasi mengenai pemasangan lampu colok di Poslantas mengatakan bahwa, pemasangan lampu colok di pos lantas merupakan inisiatif Personil dan pemuda sekitar untuk menampilkan nuasa ramadhan di kota Ranai
“Kami secara swadaya dan mandiri bersama pemuda Mesjid An-Nur meramaikan lampu culok dari Jalan Soekarno hingga menuju Bundaran Lanal Ranai hingga wilayah Batu Hitam,” jelasnya didampingi Para Pengurus Mesjid An Nur
“Kita kerja secara iklas, adek-adek dari pengurus Masjid An Nur dan Batu Hitam sangat mendukung, bahkan mereka sampai sahur bersama di lokasi saat memasang Lampu Culok ini,” tambahnya.
Ditambah Idris, warga Kota Ranai, aksi pasang lampu culok dan hias Gapura mendapat perhatian dari pejabat Natuna. Dukungan minyak solar pun berdatangan untuk bahan minyak menghidupkannya.

“Selain dukungan dari masyarakat, Bapak Dandim 0318/Natuna dan Bapak Danlanal Ranai juga ikut serta menyumbang ratusan liter minyak solar,” ujar Idris.
Kini, hampir di setiap ruas jalan dihiasi lampu culok, masyarakat juga dengan kreatif membuat bingkai gapura dari kayu dan bambu.
Lampu Culok juga kini telah diperlombakan melalui kerja sama IKKB (Ikatan Keluarga Kalimantan Barat) dan Dinas Pariwisata Natuna dengan merebutkan hadiah total mencapai jutaan Rupiah.







Comment