Lingga, SuaraKepri.com – Terkait pemulangan mahasiswa ke kampung halaman, ternyata menuai Pro dan Kontra ditengah masyarakat dan menjadi menarik atensi, setelah pengurus Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) memfasilitasi kepulangan mahasiswa di Tanjungpinang, Kamis (23/04/20).
“Saya harus menjelaskan kembali, bahwasanya mahasiwa masih menjadi garda terdepan untuk masyarakat, kami dari IMKL Tanjungpinang, sudah melemparkan usulan terkait kepulangan mahasiswa dan masyarakat Lingga yang berada di Tanjungpinang untuk dapat dipulangkan Ke Lingga,” kata Ramadhani ketua IMKL.
Ia menjelaskan, IMKL tidak perna keberatan saat mahasiswa dan masyarakat Lingga ingin sama-sama difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Lingga, karena menurut dia lebih baik dan IMKL siap membantu.
“Namun apakah dari usulan tersebut Pemkab hanya bisa memulangkan atau memfasilitasi mahasiswa saja untuk dipulangkan,” ucapnya.
Lanjut ia, sejauh ini IMKL sudah lama berkoordinasi kepada Pemkab Lingga, terkait pemulangan mahasiswa Lingga yang masih di Tanjungpinang, namun segala cara dan upaya sudah dilakukan untuk kepulangan masyarakat.
“Kami masih berjuang untuk masyarakat Lingga yang berada di Tanjungpinang dipulangkan kembali, saya dan rekan-rekan tidak mengetahui sebelumnya berapa jumlah masyarakat yang mau ikut bersama kami pulang ke kampung,” ujarnya.
Ramadhani mengakui, jika IMKL mengalami kendala saat melakukan pendataan masyarakat Lingga yang berada di Tanjungpinang berjumlah berapa orang, sebab tegas dia hal tersebut harus terukur dengan kapasitas kapal dan durasi hari keberangkatan.
“Sekali lagi kami masih berjuang untuk kepulangan masyarakat Lingga di Tanjungpinang untuk dipulangkan ke Lingga. Kita mampu karna kerjasama untuk berjuang dan mengkaji langkah yang baik untuk memulangkan masyarakat Lingga,” tambah dia.
Untuk itu, Ramadhani selaku ketua IMKL di Tanjung Pinang mangatakan IMKL sudah berusaha keras, hari ini untuk kepulangan mahasiswa Kota Tanjungpinang ke Lingga sudah direalisasikan oleh pemerintah Kabupaten Lingga.
“Karena saya menilai pada hari ini mahasiswa yang masih bergantung dengan pengiriman orang tua, bertahan hidup di tanah rantau untuk mengenyam pendidikan, ditambah sekarang perekonomian yang jauh sekali merosot,” ratapnya.
Untuk itu, ia menyayangkan jika masih ada yang menganggap IMKL tidak berjuang untuk rakyat, karna menurut dia tumpah darah mahasiswa untuk rakyat, untuk itu ia sudah menyampaikan hal ini kepada Pemkab Lingga dan berharap ada solusi dari hiruk pikuk yang ada.
“Saya sangat menyayangkan atas jastifikasi dari seorang senior, sekaligus yang terlalu berfikir buruk terhadap mahasiswa yang ada pada saat sekarang ini, seharusnya beliau membantu untuk mendesak pemkab untuk melakukan pemulangan masyarakat yang masih tertahan di kota Tanjungpinang, bukan malah seperti bermain lempar batu sembunyi tangan,” pungkasnya.
(F.sr)







Comment