Lingga, SuaraKepri.com – Perjuangan masyarakat nelayan se-Kecamatan Kepulauan Posek, Provinsi Kepri, dalam menolak aktivitas tambang Timah laut oleh PT. SAR, terus bergaung, Rabu (11/11/20).
Tidak lama ini, terlihat reaksi komentar dan dukungan dari tokoh, mahasiswa dan organisasi, LSM serta Ormas menyuarakan pendapatnya untuk mendukungan pernyataan nelayan se-Kecematan Posek santer mengudara.
Untuk itu, Zuhardi yang ditunjuk dan diminta oleh masyarakat nelayan dengan berdasarkan surat pernyataan sikap yang ditanda tangani oleh tokoh nelayan dan ratusan nelayan Kecamatan Posek yang berada di se-Kecamatan Posek dalam upaya membantu nelayan untuk menuntun aspirasi nalayan.
Ia sebagai koordinator Kabupaten Lingga dengan tegas mengintruksikan kepada 13 kecamatan, laksamana Melayu Raya Korwil Lingga, untuk menyatukkan dukungan dan bergabung bersama nelayan Posek dalam
menjaga tutorial laut yang mana hari ini terancam rusak jika tambang timah laut sampai benar-benar berjalan.
“Saya ingatkan jangan ada oknum-oknum siapa pun yang mencari kesempatan dalam kesempitan, saya intruksikan dengan tegas ketua kecamatan kami yang berjumlah hampir 2000 orang untuk membantu masyarakat nelayan Posek,” kata Zuhardi yang juga menjabat sebagai Ketua Korwil Kabupaten Lingga.
Menurutnya, masyarakat sudah bersepakat untuk menolak PT. SAR apapun ceritanya, sebab selama ini berdasarkan informasih masyarakat Posek PT. SAR tidak perna melakukan sosialiasi keseluruhan kepada masyarakat nelayan disana, jika dilihat hal ini pun bertentangan dengan UU No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Serta UU No 7 Tahun 2016 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam, PP No 27 Tahun 2012 Tentang Izin Lingkungan dan Temuan Panja (Panitia Kerja) Tentang Kapal Isap Produksi.
“Semua sudah jelas, saya bersama laksaman di 13 kecamatan dan nelayan Se-Kecamatan Posek akan bersatu melakukan aksi di kantor Gubernur Kepri, DPRD Pemrov, Kantor Bupati Lingga, PTSP hingga SDM Provinsi Kepri, jika permasalahan ini tidak juga menemukan titik terangnya, ingat kita tidak mau lagi melihat pihak perusahan main kucing-kucingan untuk merauk dukungan serta mengelabui dengan cara-cara tidak wajar,” tegas Zuhardi.
Tidak sampai disitu, Zuhardi pun tidak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada adik-adik mahasiswa Kabupaten Lingga, karna sudah ingin bersama-sama peduli dan membela suara rakyat, khususnya masyarakat nelayan Kecamatan Posek.
Namum terlepas dari itu, Zuhardi kembali mengingatkan kepada siapa pun untuk tidak menjual suara rakyat demi sesuatu keuntungan pribadi, karna menurutnya suara masyarakat nelayan Kecamatan Posek adalah merupakan suara hati, dan tidak pantas jika dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli dengan nasib nelayan kita, saya dberdiri disini bersama nelayan karna saya merasakan sakit dan rasa ketakutan yang dialami oleh para nelayan disana, jadi kami tidak mau disini ada azas pemanfaatan, insyallah kami akan terus bersama nelayan posek,” pungkasnya.
Penulis : Febrian S.r







Comment