Lingga, SuaraKepri.com – Hampir 20 tahun Kabupaten Lingga berdiri sebagai daerah otonomi sendiri, namun semakin bertambahnya umur, rupanya tidak menjamin sistematis, kinerja di dalam nya semakin membaik, Rabu (12/05/2021).
Mulai dari, program yang dicanangkan oleh mantan Bupati Lingga terdahulu, dengan 4 program unggulannya, hari ini dengan nyata program-program itu tidak lagi menggaung seperti dulu.
Tidak hanya itu, infrastruktur jalan, listrik, air hari ini masih menjadi permasalahan di Bunda Tanah Melayu, bahkan di tengah kasus pandemi covid-19 seperti ini, masalah lebih komplek yang bersentuhan terhadap masyarakat tidak lagi menjadi proritas pemerintah dan legislatif.
Seperti pengakuan seorang RW Dusun Sambau, Desa Senempek, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, yang mempertanyakan kinerja DPRD, dan Bupati Lingga selama ini, sehingga persoalan listrik dan jalan di kampung mereka tidak diperhatiakan.
Jelas menurut dia, sebagai wakil rakyat dan ibu kandung, DPRD dan Bupati Lingga, harusnya peka dengan derita masyarakat saat ini, apalagi Kampung Sambau, dan Air Kelat merupakan perkampungan nelayan, di mana hati nurani Bupati dan DPRD Lingga yang hari ini seperti tutup mata.
“Kami minta keadilan dari Bupati Lingga, dan DPRD Lingga, di mana hati nurani kalian, kami masyarakat nelayan meminta hak yang sama, kalau mau di ikut, suara Bupati baru saat ini menang di tempat kami, janji hanya tinggal janji,” kata kecewa RW Sambau Bismarak.
Selain itu, ia menegaskan akan menunggu kebijakan apa yang akan di ambil oleh Pemerintah Kabupaten Lingga, dan DPRD Lingga terkait Dusun Sambau dan Air Kelat, namum jika juga tidak terdapat tanggapan apapun, maka saat ini masyrakat akan melakukan mozi tidak percaya terhadap pemerintah daerah.
“Jika memang hal ini tidak di tanggapi, maka kami tidak percaya lagi dengan wakil kami di atas, hari ini jangan bergaya jaya jika masih di gaji oleh rakyat, kami memintah hak kami, bukan merampas,” tegas dia.
Diketahui, Dusun Sambau, dan Air Kelat sudah 16 tahun tidak perna tersentuh pembangun apapun dari pemerintah, bahkan listrik di kampung tersebut harus menggunakan mesin disel berbahan bakar solar.
Penulis : Febrian S.r







Comment