Bintan, suarakepri.com – Sebelumnya, Diketahui adanya dugaan salah seorang murid di SMKN 1 Bintan mendapat perlakuan tidak menyenangkan, mulai dari penyebaran identitas orangtuanya, adanya indikasi pembullyan dan menyebarkan ujaran kebencian yang dilakukan oleh salah seorang oknum guru (Pelaku). Minggu (05/09)
Berdasarkan hasil wawancara awak media kami, Pelaku tidak mengakui tuduhan yang disampaikan oleh orangtua korban, dan menganggap kejadian ini hanya kesalahpahaman.
Dilain tempat, pada saat kami menghubungi Kepala Sekolah SMKN1, Wiharjo, mengakui memang benar adanya laporan dugaan indikasi pembullyan yang dilakukan oleh salah seorang pengajarnya.
Namun ia menerangkan, bahwasanya perkembangan kasus tersebut telah diselesaikan oleh guru yang bersangkutan dan guru bimbingan konseling, dan saat ini murid yang menjadi korban menyatakan saat ini belum merasa terganggu dikelasnya.
Korban juga sudah menyatakan akan terus melanjutkan sekolahnya disini (SMKN 1 Bintan), dan ia menjelaskan terkait psychologis korban belum menunjukan dampak yang begitu serius.
“Saya pikir tidak berdampak serius secara psychologis terhadap anaknya, karena yang menjalani pendidikan anaknya. Jadi seperti itu informasi yg saya gali terhadap anaknya, terima kasih Mas,” ujarnya.
Sedangkan terkait pelaku, Wiharjo menerangkan akan memberikan pembinaan dan berharap pelaku dapat merubah sikapnya dan menunjukan perbaikan kedepannya.
“Ya dalam pembinaan itu tentu ada dan teguranpun ada tahapannya Mas, teguran lisan tertulis sampai nanti tindakan administrasi apabila tidak menunjukkan perbaikan,” ungkapnya.
“Secara lisan tahapannya sudah kami panggil bersama Waka kesiswaan dan juga guru BKnya Mas dan tanggapan yang bersangkutan akan merubah dalam memberikan pembelajaran, ya harap dimaklumi yang bersangkutan baru pindah dari Pulau Lingga, semoga dalam mengabdi di Bintan makin menambah pengalamannya,” tutupnya.



Comment