Lingga, SuaraKepri.com – Dengan akan diselenggarakan musyawarah daerah (Musda) DPD KNPI ke-III Kabupaten Lingga yang akan dimulai akhir tahun 2022 mendatang, ternyata cukup menggiurkan bagi calon calon muda untuk ikut serta dalam adu gagasan dan adu kepemimpinan tersebut, Senin (15/08/22).
Seperti salah satu tokoh pemuda Singkep yang tlah melalang buana di perorganisasian Ade Fariansyah yang mengaku siap untuk mencalonkan diri pada Musda DPD KNPI ke-III, bahkan menurut pemuda yang mengetuai Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Lingga itu.
Ia berpendapat jika Musda KNPI harus menjadi momentum untuk menggerakkan kembali aktivitas kepemudaan di Kabupaten Lingga, yang mana inovatif, kreatif dan militan.
Ade Farianyah juga mengaku senang dengan terpilihnya 2 tokoh pemuda Kabupaten Lingga di kepengurusan DPP KNPI 2022-2025, yakni Neko Wesha Pawelloy yang menjabat sebagai Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan DPP KNPI serta bung Erwan Bachrani yang merupakan sosok pemuda dari Kabupaten Lingga juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPP KNPI Periode 2022-2025.
Selain itu menjadi menarik karena Ketua KNPI Provinsi Kepulauan Riau kali ini adalah seorang perempuan yang cukup progresif dalam menggerakkan aktivitas kepemudaan di Provinsi Kepulauan Riau, dan merupakan satu satunya Ketua KNPI perempuan dari seluruh Ketua KNPI di tingkat Provinsi seluruh Indonesia. sosok tersebut adalah Endang Dewi Socowati yang menjabat sebagai Ketua KNPI Kepulauan Riau Periode 202-2025″, ungkap Ade Fariansyah
Pada Perhelatan Musda KNPI ke-3 Kabupaten Lingga Ade Fariansyah juga mengaku siap menjadi Ketua KNPI Kabupaten Lingga mengingat masa jabatan Ade Fariansyah sebagai Ketua GMNI Kabupaten Lingga akan selesai pada akhir tahun 2022.
“Musda KNPI ke-3 Kabupaten Lingga harus menjadi momentum untuk melakukan perubahan dalam tubuh kepemudaan di Kabupaten Lingga. Mengingat saat ini banyak pemuda Kabupaten Lingga yang terjerumus kedalam judi online, miras dan hal lain yang meyimpang dari ajaran atau tradisi pantang larang dalam budaya melayu.
Banyaknya perilaku kepemudaan yang menyimpang dari ajaran atau pantang larang budaya melayu menurut saya disebabkan oleh minimnya kegiatan yang bersifat positif ditengah-tengah kepemudaan. maka dari itu menurut saya solusi terbaik untuk mengubah perilaku itu adalah menciptakan kegiatan yang mampu menyedot perhatian dan memberikan emosi positif di tengah – tengah kepemudaan Kabupaten Lingga, dan saya siap untuk menghadirkan itu,” pungkasnya.
Penulis : Febrian S.r




Comment